You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Giant Sea Wall
photo Doc - Beritajakarta.id

Perusahaan Swasta Tertarik Ikut Bangun Giant Sea Wall

Pembangunan Giant Sea Wall (GSW) melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) tahap B dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Perusahaan konsorsium swasta, seperti perusahaan metalurgi asal Tiongkok dan perusahaan kontruksi dalam negeri tertarik bergabung dalam percepatan pembangunan NCICD tersebut.  

Targetnya belum begitu jelas, paling tidak 2024 sudah selesai, mereka konsorsium, konsultan sekaligus pemilik uang, mareka ingin gabung dalam percepatan NCICD, terutama tahap B, sedangkan bussines to bussinesnya diurus PT Jakarta Propertindo

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta, Andi Baso Mappapoleonro, mengatakan, proyek percepatan NCICD tahap B merupakan pembangunan tanggul laut terluar yang terintegrasi dengan reklamasi lahan atau bagian Sea Wall Garuda.

"Targetnya belum begitu jelas, paling tidak 2024 sudah selesai, mereka konsorsium, konsultan sekaligus pemilik uang, mereka ingin gabung dalam percepatan NCICD, terutama tahap B, sedangkan bussines to bussines-nya diurus PT Jakarta Propertindo," kata Andi di Balaikota, Kamis (12/6).

Temui Bappenas, Jokowi Bahas Percepatan Pembangunan

Menurut Andi, pengerjaan tahap B tersebut harus secepatnya dilaksanakan. Walaupun demikian, pihaknya belum bisa memastikan kapan pengerjaan tersebut akan dimulai. "Kalau bisa sekarang deal, tahun depan sudah bisa mulai bangun, karena kalau dia mau ikut reklamasi 17 pulau (tahapan A), satu tahun maksimum mereka harus membangun, tahun depan paling lambat," ujarnya.

Pembangunan GWS tahap B tersebut bersamaan dengan koneksi jalan baru dari Bekasi ke Tangerang. Perencanaan akan mulai tahun 2014 dan ditargetkan pembangunan selesai pada tahun 2022, sedangkan pengembangan daerah perumahan akan berlanjut hingga 2030-2040.

Sekadar diketahui, GSW rencananya akan dibangun  di sepanjang teluk Jakarta dan pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp 200 triliun. Hal tersebut merupakan ide dan gagasan mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang bertujuan untuk mengantisipasi bahaya rob dan berfungsi sebagai penyimpanan air bersih.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye4845 personNurito
  2. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2981 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1780 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1769 personDessy Suciati
  5. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1740 personNurito