You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ini Pilihan Basuki Atasi Kemacetan Jakarta
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

DKI Tidak akan Tambah Rasio Jalan

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan menambah rasio jalan. Pihaknya memilih untuk mengakomodir pejalan kaki dengan melebarkan trotoar.

Kami putuskan untuk tidak akan nambah rasio jalan untuk mobil pribadi, karena berapa pun nambah jalan tidak akan cukup

"Kami putuskan untuk tidak akan nambah rasio jalan untuk mobil pribadi, karena berapa pun nambah jalan tidak akan cukup. Jadi pilihan angkot massal dan trotoar," kata Basuki, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/5).

Rencananya jalur lambat dan jalur cepat akan dihilangkan. Nantinya jalur kendaraan akan buat hanya empat lajur saja. Sebagai kompensasinya trotoar di sepanjang jalan tersebut akan dilebarkan untuk memberi kenyamanan kepada pejalan kaki.

Penataan Kawasan Sudirman-Thamrin Dimulai Tahun Ini

Ia juga menegaskan, pilihan yang tepat untuk mengatasi kemacetan di Ibukota dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta orang, adalah transportasi massal.

"Hidup harus milih karena kami sudah memilih dan dunia yang memiliki penduduk diatas 10 juta harus pilih angkutan massal," tandasnya.

Dengan penambahan angkutan umum masa tersebut harus didukung dengan fasilitas penunjang lainnya, seperti trotoar. Pemprov DKI Jakarta sendiri dalam waktu dekat akan melakukan penataan ulang kawasan Sudirman dan Thamrin.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2059 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1036 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye934 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye930 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye823 personNurito