You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Basuki Temukan Makam Fiktif
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Basuki Temukan Makam Fiktif

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama masih menemukan makam fiktif di Ibukota. Oleh sebab itu, pihaknya akan menerapkan sistem pendataan lahan makam.

Sistemnya belum selesai. Kami ingin sistemnya itu pakai pendataan posisi makam. Karena kami temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif

"Sistemnya belum selesai. Kami ingin sistemnya itu pakai pendataan posisi makam. Karena kami temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/6).

Makam fiktif yang dimaksud Basuki adalah lahan yang telah dipasangi batu nisan namun tidak ada jenazahnya. Praktek tersebut dilakukan sejumlah oknum untuk mencari keuntungan. Jika ada yang meninggal maka makam itu akan ditawarkan dengan membayar sejumlah uang yang cukup besar.

Walkot Jakbar Ziarah ke Makam Pangeran Wijayakusuma

Padahal, Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan retribusi untuk pemakaman. Bahkan khusus untuk Blok A III gratis dari retribusi. Beberapa layanan juga digratiskan seperti jasa gali tutup lobang, sewa tenda, sewa sound system, sewa kursi dan jasa rawat makam.

"Jadi ada batu nisan segala macam‎, tapi itu belum pasti ada isinya. Kalau ada yang nyogok (untuk memakamkan), itu ditaruh di depan. Dicup dulu," ucapnya.

Kedepan praktek tersebut tidak bisa dilakukan. Karena semua pendataan makam akan menggunakan sistem. Nantinya akan dipetakan lahan mana yang masih kosong.

"Makanya sekarang mau kami petakan, kami sudah ada sistemnya, nanti keliatan, siapa yang minta, ya hampir kayak ngurus kamar ranjang rumah sakit lah," tandasnya.

Berikut adalah retribusi pemakaman resmi dari Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, untuk Blok AAI sebesar Rp 100 ribu, Blok AAII sebesar Rp 80 ribu, Blok AI Rp 60 ribu dan Blok AII Rp 40 ribu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ketua RT di Gandaria Utara Ini Tak Henti Berinovasi

    access_time16-05-2026 remove_red_eye5846 personTiyo Surya Sakti
  2. Sterilisasi Kucing di Palmerah Dilakukan Pekan Depan

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2359 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Gerakan Pilah Sampah Menuju Jakarta Lebih Bersih, Sehat, dan Asri

    access_time15-05-2026 remove_red_eye2110 personFakhrizal Fakhri
  4. Dinkes Monitoring Kasus Hantavirus, Waspadai Penularan

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1701 personDessy Suciati
  5. Sudin LH Jaktim Olah 3,4 Ton Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos

    access_time18-05-2026 remove_red_eye1604 personNurito