You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Harga Cabai di Pasar Induk Alami Penurunan
photo Nurito - Beritajakarta.id

Harga Cabai di Pasar Induk Alami Penurunan

Selain bawang merah, harga cabai di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur juga mengalami penurunan. Angka penurunannya berkisar 4-20 persen. Diperkirakan harga ini akan stabil hingga H-7 lebaran.

Kalau sekarang lagi turun tapi Minggu depan atau saat H-7 bisa naik lagi

Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Nurman Adhi mengatakan, pada pekan lalu rata-rata harga cabai merah keriting mencapai Rp 15.570 ribu per kilogram dan kini turun menjadi Rp 14.200 per kilogram. Angka penurunannya mencapai sekitar delapan persen.

Kemudian cabai merah besar turun hingga 16 persen. Yakni dari Rp 18.400 per kilogram kini menjadi Rp 15.500 per kilogram. Untuk cabai rawit merah, persentase penurunannya hingga 20 persen. Yakni dari Rp 16.200 menjadi Rp 13.000 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau turun empat persen, dari Rp 13 ribu menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Harga Bawang Merah di Pasar Induk Kramat Jati Turun

"Harga ini akan bertahan stabil diperkirakan hingga H-7 Lebaran Idul Fitri nanti. Namun saat akan lebaran diperkirakan akan naik kembali dan itu sudah menjadi siklus tahunan," kata Nurman, Kamis (16/6).

Disebutkan, untuk pasokan cabai itu sendiri secara umum mengalami penurunan hingga empat persen. Pekan lalu pasokan mencapai 119 ton per hari dan kini hanya 114 ton per hari. Penurunan pasokan ini lebih disebabkan karena permintaan pasar yang lesu.  

Ahmad (51), seorang pedagang mengatakan, sejak hari Senin (13/6) lalu, harga cabai mengalami penurunan. Selain daerah pemasok sedang musim panen juga permintaan pasar yang lesu. Cabe umumnya dipasok dari daerah Blitar, Malang, Madura, Banyuwangi, Magelang dan sejumlah daerah lainnya.

"Kalau sekarang lagi turun tapi Minggu depan atau saat H-7 bisa naik lagi. Setiap tahun kejadiannya memang seperti itu," tandas Ahmad.

Kenaikan terjadi diduga karena sistem transportasi yang sulit. Saat H-7 truk sudah tidak boleh melintas lagi, kendati untuk angkutan sembako masih diperbolehkan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Penanganan Darurat Turap Longsor di Kali Baru Capai 90 Persen

    access_time19-02-2026 remove_red_eye6367 personNurito
  2. Simak Jadwal Pendaftaran dan Verifikasi Mudik Gratis Pemprov DKI

    access_time18-02-2026 remove_red_eye3850 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Warga RW 06 Pekayon Berbagi Takjil ke Pengendara

    access_time21-02-2026 remove_red_eye3156 personNurito
  4. Ini Aturan Penyelenggaraan Usaha Pariwisata Selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H

    access_time17-02-2026 remove_red_eye3003 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Wagub Bersilaturahmi dengan Warga di Masjid Lautze

    access_time21-02-2026 remove_red_eye1627 personFolmer