You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ramadan, Pasien Puskesmas Pulau Panggang Menurun
photo Suparni - Beritajakarta.id

Ramadan, Pasien Puskesmas Pulau Panggang Menurun

Sosialisasi kesehatan dan program pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kelurahan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu Utara dinilai maksimal. Langkah ini rupanya berdampak positif. Selama Ramadan, jumlah pasien di Pueskesmas Pulau Panggang menurun.

Pasien selama bulan puasa berkurang, berarti kita berhasil melakukan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan kepada masyarakat

"Pasien selama bulan puasa berkurang, berarti kita berhasil melakukan pelayanan kesehatan dan pembinaan kesehatan kepada masyarakat," ujar Sri Ratna, Kepala Puskesmas Kelurahan Pulau Panggang, Kamis (23/6).

Dari yang biasanya per harinya mencapai 70 pasien kini sekitar 30 pasien saja yang datang periksa. Pasien kebanyakan datang pada malam hari usai berbuka puasa, dengan keluhan rata-rata mengalami sakit lambung (Dispetsin).

Kepulauan Seribu Selatan Kekurangan Dokter

Selama bulan puasa, pelayanan kesehatan tetap dioptimalkan terutama terhadap balita. Layanan Ketuk Pintu Layani Dengan Hati (KPLDH) tetap berjalan seperti biasa.

"Siang tadi kita lakukan monitoring penimbangan Balita di RW 02, sekaligus Ketuk Pintu Layani Dengan Hati, dengan demikian memudahkan masyarakat tak perlu lagi datang ke Puskesmas," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6842 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5675 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3222 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2123 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1891 personAnita Karyati