You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kinerja Jumantik Lemah Picu Kenaikan Angka DBD
photo Nurito - Beritajakarta.id

Lemahnya Kinerja Jumantik Picu Kenaikan Angka DBD

Kasus demam berdarah dengue (DBD), di Jakarta Timur dinilai tinggi.

Saya melihat tidak ada keberanian Jumantik dalam membuat laporan saat menemukan kasus

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana menduga sistem kerja juru pemantau jentik (Jumantik) tidak maksimal. Karenanya ia mengancam akan mengganti Jumantik yang lambat bekerja.

Bambang bahkan akan melaporkan pada gubernur dan mengusulkan honor Jumantik ditahan atau tidak dicairkan. Jika tidak ada perubahan ke arah lebih baik dalam menekan angka DBD.

SMAN 72 Miliki Tim Jumantik Siswa

Saat ini kasus DBD di Jakarta Timur, sejak Januari-Juni ini sudah menembus angka 4.274 kasus dengan angka kematian lima orang. Angka ini menduduki peringkat pertama di DKI.

“Saya melihat tidak ada keberanian Jumantik dalam membuat laporan saat menemukan kasus. Laporan yang diberikan Asal Bapak Senang (ABS) saja. Ke depan harus berubah kalau tidak ya ada sanksi tegas," kata Bambang, Selasa (28/6).

Pihaknya juga meminta peran lurah dan camat untuk lebih serius mengawasi kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Jika ada temuan kasus DBD segera laporkan ke SKPD terkait agar ditindaklanjutinya. Sehingga kasus DBD tidak menyebar lebih luas.

Pasca lebaran nanti pihaknya berjanji untuk menggalakan PSN di semua wilayah. PSN dilakukan secara acak dan mendadak. Ia tak mau lagi mengikuti jadwal kegiatan PSN. Cara ini diharapkan dapat merubah sikap masyarakat agar lebih peduli lingkungan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1189 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1173 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye960 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye944 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye853 personBudhi Firmansyah Surapati