You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Hasil Panen Padi Kelompok Tani Karya Tani Semanan Turun Drastis
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Hasil Panen Padi Petani Semanan Turun Drastis

Cuaca ekstrem yang melanda Ibukota dan wilayah sekitarnya belakangan ini berdampak pada hasil panen padi para petani di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

Dulu kita bisa panen 9-10 ton padi jenis Ciherang

Bila sebelumnya hasil panen padi mencapai 9-10 ton dalam setiap satu hektare lahan, kini turun drastis menjadi 2,5 ton.

Hasil Panen Padi Petani Rorotan Turun 50 Persen

Kelompok Tani Karya Tani Semanan (KTKTS), Tamad (63) mengatakan, saat ini total areal sawah yang digarap 17 orang anggota kelompoknya seluas 33 hektare.

"Dulu kita bisa panen 9-10 ton padi jenis Ciherang. Sekarang turun hanya 2,5-6 ton per satu hektare lahan," katanya, Selasa (16/8).

Menurut Tamad, turunnya hasil panen padi petani di wilayahnya ini terjadi akibat cuaca ekstrem. Padi yang seharusnya sudah berkondisi siap panen, banyak ditemukan kosong.

"Sekarang kita masih menunggu bantuan tenaga buruh harian dari Jawa Barat untuk bantu kita tanam padi," tuturnya.

Tamad berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan bantuan bibit padi dalam waktu dekat ini.

"Harapan kita bantuan bibit padi yang diberikan jenis Ciherang. Karena lebih tahan lama," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye21646 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11371 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6809 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3710 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1745 personFolmer