You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
300 Pohon Pelindung Ditanam di Lahan Bekas Bongkaran
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pemkot Jaktim Tanam 300 Pohon di Lahan eks Penertiban

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur, melakukan penanaman sebanyak 300 pohon pelindung di sebuah lahan di Jalan Yankes AD Munjul, Cipayung. Selain untuk penghijauan, penanaman juga bertujuan mencegah lahan seluas sekitar 3,5 hektare itu dimanfaatkan kembali oleh warga secara ilegal.

Rencananya di lahan ini akan ditanam  sekitar 3.000 pohon. Pembangunan secara bertahap dan saat ini baru 300 an pohon

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan, sebelumnya lahan itu sempat diduduki secara ilegal oleh warga. Kemudian, satu bulan lalu bangunan-bangunan liar di atas lahan itu ditertibkan.

"Rencananya di lahan ini akan ditanam  sekitar 3.000 pohon. Pembangunan secara bertahap dan saat ini baru 300 an pohon," katanya, Rabu (7/9).

30 Pohon Trembesi Ditanam di Jl Kamal Muara

Untuk sementara jenis yang ditanam adalah mahoni yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan tidak rawan tumbang. Ke depan akan dipilih jenis pohon lain yang juga rindang dan kokoh.

"Saya akan koordinasikan dengan Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman untuk mencari bibit yang bagus," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2891 personAnita Karyati
  2. Warga Kelurahan Pulau Panggang Diajak Gencarkan Pilah Sampah

    access_time20-10-2026 remove_red_eye1710 personAnita Karyati
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1676 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1668 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1652 personDessy Suciati