You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dishubtrans Selidiki Penyebab Robohnya JPO Pasar Minggu
photo Doc - Beritajakarta.id

Dishubtrans Selidiki Penyebab Robohnya JPO Pasar Minggu

Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta akan mencari tahu penyebab robohnya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, sore tadi.

Iya benar ada JPO yang roboh di Pasar Minggu. Saya mau ke sana

Dugaan sementara, JPO tersebut roboh akibat diterjang hujan deras yang tengah mengguyur Ibukota.

Kepala Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah mengaku akan segera ke lokasi untuk melihat kondisi JPO yang roboh. 

JPO di Pasar Minggu Roboh

"Iya benar ada JPO yang roboh di Pasar Minggu. Saya mau ke sana," katanya saat dihubungi, Sabtu (24/9).

Ia menambahkan kondisi eksisting JPO di lokasi tidak ada masalah. Namun di JPO tersebut ada satu billboard berukuran besar untuk tempat iklan.

"Sementara kalau dilihat tampaknya aman. Tapi memang ada billboard," ucapnya.

Meski demikian, Andri mengatakan harus tetap melakukan pengecekan sehingga diketahui penyebabnya. Terlebih Ibukota saat ini tengah dilanda hujan lebat disertai angin kencang.

"Harus dicek lagi penyebabnya, tidak bisa menduga-duga," tandasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh peristiwa robohnya JPO terjadi pukul 15.20. JPO yang roboh tepat di atas underpass Pasar Minggu. Dilaporkan ada enam orang yang terjepit JPO roboh tersebut.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5388 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1871 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1826 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1800 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1609 personAnita Karyati