You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bocah Terlantar di RPTRA Ditampung di Panti
photo Budhi Firmansyah Surapati - Beritajakarta.id

Bocah Terlantar di RPTRA Tunas Harapan Ditampung di Panti

Saktiawan (7), bocah terlantar yang kabur dari rumah dan diurus pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tunas Harapan, Sunter Jaya, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kini telah dirawat di Panti Asuhan Anak Putra Utama 2 di Jalan Jati IX, Sungai Bambu.

Selama belum ada yang mengakui, anak itu kita tampung. Di panti anak bisa ditampung hingga lulus SMA

Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial (Yanresos), Suku Dinas Sosial Jakarta Utara, Widya Lusiana mengatakan, sejak diserahkan pengelola RPTRA Tunas Harapan, pihaknya langsung membawa Saktiawan ke panti pada Jumat (2/12) malam.

"Anak itu mengaku tidak mau pulang karena takut sama orangtuanya. Kita juga belum tahu identitas keluarga anak tersebut," katanya, Senin (5/12).

Pengelola RPTRA Tunas Harapan Tangani Bocah Terlantar

Widya menjelaskan, berdasarkan pengakuannya, bocah malang tersebut mengaku kerap dipukul kedua orangtuanya menggunakan besi. Sampai kini pihaknya masih terus berupaya mencari keluarga dari anak ini dengan menyebarkan informasi melalui media sosial.

"Selama belum ada yang mengakui, anak itu kita tampung. Di panti anak bisa ditampung hingga lulus SMA," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1512 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1336 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1250 personAnita Karyati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1097 personTiyo Surya Sakti
  5. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1089 personAldi Geri Lumban Tobing