You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Volume Sampah di Jaksel Alami Penurunan
photo Doc - Beritajakarta.id

Volume Sampah di Jaksel Alami Penurunan

Selama periode Januari hingga Maret 2017, volume sampah di wilayah Jakarta Selatan mencapai 128.012,59 ton.

Selain itu tentunya karena saat ini sudah berdiri bank-bank sampah di lingkungan RW

Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yakni sebanyak 128.380,45 ton.

Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Selatan, Syarifudin mengatakan, penurunan volume sampah ini membuktikan tingkat kesadaran warga akan kebersihan lingkungan semakin tinggi.

Volume Sampah di Jakpus Tereduksi Hingga 35 Persen

"Selain itu tentunya karena saat ini sudah berdiri bank-bank sampah di lingkungan RW," katanya, Kamis (30/3).

Ia menuturkan, volume sampah di Jakarta Selatan selama ini tidak hanya berasal dari sampah rumah tangga. Namun juga didominasi sampah dari warga pendatang yang bekerja di wilayah ini.

"Mereka yang dari luar Jakarta Selatan kerja di sini makan dengan menggunakan wadah plastik untuk sekali pakai," jelasnya.

Terkait kondisi itu, ia mengimbau kepada warga dari dalam maupun luar Jakarta Selatan agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Sebisa mungkin juga kurangi penggunaan plastik sekali pakai, " tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye24414 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11388 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6824 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3735 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1764 personFolmer