You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Malam Tahun Baru, Jakut Gelar Lomba Bakar Ikan di Danau Sunter
photo Doc - Beritajakarta.id

Pemkot Jakut Gelar Lomba Bakar Ikan di Malam Pergantian Tahun

Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara akan menggelar lomba bakar ikan, di Jalan Danau Sunter Selatan, pada malam pergantian tahun. Ditargetkan akan ada 5.000 peserta yang berpartisipasi, untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).

Kegiatan ini sekaligus untuk kampanye gemar makan ikan pada masyarakat

"Di sini ciri khasnya ikan. Kegiatan ini sekaligus untuk kampanye Gemar Makan Ikan pada masyarakat. Peserta lomba sekitar 5.000 lebih dan kita akan masukan dalam rekor MURI," ujar Husein Murad, Wali Kota Jakarta Utara, Senin (11/12).

Menurutnya, peserta lomba adalah para nelayan, pengurus RT/RW, LMK, PPSU, PHL SKPD, Bimaspol, Babinsa, Dewan Kota, Ormas, hingga masyarakat biasa. Kemudian pegawai di kantor kelurahan, kecamatan dan wali kota hingga para pejabat terkait.

Stok Daging untuk Natal dan Tahun Baru Aman

Para peserta akan dibagi per kelompok dengan masing-masing kelompok minimal lima orang. Sehingga masing-masing memiliki bagian tugas, seperti untuk membersihkan ikan, menyiapkan bakaran api. Kemudian bagian membakar ikan, menyiapkan bumbu-bumbunya dan ada yang menyajikan.

"Nanti juga tepat pukul 00.00 kita akan adakan pesta kembang api," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye11598 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1352 personAnita Karyati
  3. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1305 personFakhrizal Fakhri
  4. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1288 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye998 personBudhi Firmansyah Surapati