You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Satu Alat Berat Dikerahkan Bersihkan Sampah Kali Cakung Drain
photo Nurito - Beritajakarta.id

Pembersihan Sampah di Kali Cakung Drain Dimulai

Satuan Pelaksana (Satlak) Badan Air Jakarta Utara mulai melakukan pembersihan sampah di Kali Cakung Drain. Satu alat berat dan belasan pekerja dikerahkan menyisir sampah di aliran kali tersebut sepanjang lima kilometer.

Alat berat eskavator amfibi kita turunkan karena volume sampahnya cukup banyak dan mulai banyak sedimen

"Alat berat eskavator amfibi kita turunkan karena volume sampahnya cukup banyak dan mulai banyak sedimen," ujar Lambas Sigalingging, Kepala Satlak UPK Badan Air Jakarta Utara, Kamis (4/1).

Titik awal pembersihan berada di Jembatan Tinggi KBN, dan akan berakhir di muara Cakung Drain, di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing.

Warga Minta JPO di Kali Cakung Lama Dipasang Pagar Pengaman

"Banyak kendala yang dilakukan dalam membersihkan sampah di Kali Cakung Drain ini. Terutama dalam mengoperasikan alat berat. Namun kita tetap hati-hati dan yakin bahwa semua akan bersih," tandasnya.

Kendala yang dihadapi petugas antara lain banyaknya bangunan liar di sepanjang kali. Kemudian banyak perahu nelayan bersandar jika siang hari di muara kali.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1327 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1247 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1240 personAnita Karyati
  4. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1085 personTiyo Surya Sakti
  5. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1079 personAldi Geri Lumban Tobing