You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudin KPKP Jakpus Panen Sayur-Mayur
photo Rezki Apriliya Iskandar - Beritajakarta.id

Sudin KPKP Jakpus Panen Sayuran Hasil Urban Farming

Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat memanen sayur mayur di tiga lokasi. Panen sayur mayur ini merupakan bagian dari program urban farming atau pertanian perkotaan.

Hasil panen dijual ke masyarakat sekitar Rp 12 ribu per kilogram

"Tujuan kegiatan ini untuk menata dan menghijaukan lingkungan supaya lebih asri, bersih serta menyediakan pangan khususnya sayuran bagi masyarakat sekitar," ujar Bayu Sari Hastuti, Kepala Sudin KPKP Jakarta Pusat, Jumat (4/1).

Panen sendiri dilakukan di lahan hidroponik Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Gang Hijau RW 03 Kelurahan Petojo Utara dan di RPTRA Taman Kenanga.

Sudin KPKP Jakpus Periksa 8.388 Sampel Produk Pangan

"Untuk di kantor wali kota dengan hidroponik panen lima kilogram kangkung. Kalau di Gang Hijau penanaman dengan konvensional, panen sembilan kilogram kangkung. Kalau di RPTRA Taman Kenangan panen pakcoy tiga kilogram, dan pakcoy sendok 1,5 kilogram," paparnya.

Ditambahkan Bayu, selain bisa meningkatkan gizi masyarakat, urban farming juga dapat menambah pendapatan warga.

"Hasil panen dijual ke masyarakat sekitar Rp 12 ribu per kilogram," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5514 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1971 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1942 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1926 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1719 personAnita Karyati