You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Belajar Silat Jawa Kuno dari Perguruan Kridha Yuda Sinalika
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Belajar Silat Jawa Kuno dari Perguruan Kridha Yuda Sinalika

Ibukota tidak hanya dikenal memiliki beragam perguruan pencak silat beraliran Betawi, tapi juga aliran bela diri lain yang tidak kalah hebatnya. Salah satunya Perguruan Pencak Silat Kridha Yuda Sinalika (PPSKYS) yang bermarkas di Jalan Tebet Dalam IV, Tebet Barat, Tebet, Jakarta Selatan.

Jurus-jurus silat ini awalnya hanya dimiliki para kesatria

Pimpinan PPSKYS, Retno Adi Pertiwi (46) mengatakan, perguruan silat ini khusus mendalami jurus-jurus silat tradisional Jawa Kuno yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. Aliran pencak silat ini sendiri pertama kali dikenalkan ayahandanya yang bernama Mpu R Samiadji Nitiyudha Negara pada 1986.

"Jadi perguruan ini merupakan warisan dari ayah saya. Saya generasi kedua yang sekarang melanjutkannya," katanya kepada Beritajakarta.id, Selasa (21/4).

Melihat Kehebatan Silat Golok Seliwa di Rawa Bokor

Retno menjelaskan, gerakan pencak silat dalam perguruan ini mengandalkan kecepatan tangan dalam memukul dan menangkis yang diperkuat dengan pengaturan pernapasan saat diserang lawan.

"Jurus-jurus silat ini awalnya hanya dimiliki para kesatria. Ayah saya kebetulan masih keturunan keraton dan belajar silat ini secara turun-temurun dari keluarganya," tuturnya.

Menurut Retno, jurus-jurus silat yang dimiliki mendiang ayahandanya ini baru dibuka untuk umum pada 1974 di Dusun Pagerluhur, Desa Pagerejo, Kertek, Wonosobo, Jawa Tengah. Selanjutnya pada 1986, perguruan silat ini didirikan di Jakarta kemudian dikembangkan ke kampus-kampus dan sekolah. Hingga kini jumlah murid yang bergabung ke perguruan ini telah mencapai 300 orang.

"Tujuan saya hanya ingin melestarikan ilmu silat tradisional Jawa Kuno agar tidak punah. Harapan saya generasi muda juga bisa ikut menjaga kelestariannya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5067 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1814 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1757 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1554 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1528 personAnita Karyati