You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sudin KPKP Jakpus Berikan Vaksin Pada 439 Hewan Untuk Cegah Rabies
photo Adriana Megawati - Beritajakarta.id

439 Ekor HPR di Jakpus Sudah Divaksinasi

Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat hingga kini telah melakukan vaksinasi terhadap 439 ekor Hewan Penular Rabies (HPR) di seluruh wilayahnya.

439 ekor HPR ini kita vaksinasi selama periode 16 Juni hingga 6 Juli

Kepala Seksi Peternakan Sudin KPKP Jakarta Pusat, Herawati mengatakan, 439 ekor HPR yang telah divaksinasi terdiri dari 187 anjing dan 252 kucing.

"439 ekor HPR ini kita vaksinasi selama periode 16 Juni hingga 6 Juli," ujarnya, Senin (6/7).

52 Hewan Peliharaan Warga Tebet Divaksinasi Rabies

Ia menuturkan, jika dibandingkan periode Januari hingga April 2020 lalu, HPR yang divaksinasi lebih banyak dengan jumlah 885 ekor. Rinciannya 264 ekor anjing, 615 ekor kucing, empat ekor kera dan dua ekor musang.

"Hal ini kita lakukan agar Jakarta bisa terus bebas rabies di tengah pandemi COVID-19," ujarnya, Senin (6/7).

Menurutnya, selama melakukan vaksinasi rabies, para petugas di lapangan diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Di antaranya memakai masker dan menjaga jarak aman minimal satu meter.

"Kita kembali akan melakukan vaksinasi pada 7 hingga 9 Juli 2020 mendatang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Apresiasi Pelanggan Cilik Pengguna Setia Mikrotrans di Jaktim

    access_time11-10-2026 remove_red_eye14315 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye11305 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6764 personNurito
  4. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye3630 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1709 personFolmer