You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Dukung Polisi Tindak Penerobos Separator Busway
photo Doc - Beritajakarta.id

Sehari, 300 Pengendara Ditilang karena Terobos Jalur Busway

Sanksi denda sebesar Rp 500.000 sepertinya tidak juga membuat jera pengendara kendaraan untuk tidak menerobos jalur bus Transjakarta (busway). Buktinya, hingga kini masih banyak pengendara mobil dan sepeda motor yang masih nekat menerobos jalur bus bebas hambatan itu.

Ada 300 pengendara yang ditilang setiap hari karena melintas di jalur bus Transjakarta

Kasubdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono mengatakan, setiap harinya ada ratusan pengendara yang nekat menerobos jalur bus Transjakarta dengan alasan terburu-buru dan menghindari kemacetan.

"Ada 300 pengendara yang ditiilang setiap hari karena melintas di jalur bus Transjakarta," kata Hindarsono, Jumat (13/2).

Setengah Jam, Polisi Tilang 92 Penerobos Busway

Dia mengatakan, koridor Transjakarta yang paling banyak dilanggar yakni koridor VI (Ragunan-Dukuh Atas) dan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit). Karena katerbatasan personel, pihaknya tidak bisa menjaga seluruh jalur busway di 12 koridor agar steril dari pengendara nakal.

"Polisi tidak bisa mengkover seluruh koridor. Anggota kita kan tidak hanya bertugas menjaga jalur busway," ujarnya.

Ia menambahkan, para pengendara yang melanggar jalur bus Transjakarta tampaknya tidak pernah jera meski telah ditindak dengan tilang dan denda maksimal. Hal ini menandakan masih rendahnya kesadaran masyarakat ibu kota dalam tertib berlalu lintas. "Mereka kami tilang dengan denda maksimal. Tapi hal itu tetap saja tidak membuat mereka jera," ungkapnya.

Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Sri Ulina Pinem mengatakan, pihaknya mengapresiasi tindakan tegas aparat kepolisian terhadap para pelanggar jalur bus Transjakarta. Dia berharap polisi konsisten menindak tegas pengendara yang melanggar meskipun sebagian separator bus Transjakarta seperti di Koridor III rute Kalideres-Harmoni dan Koridor VIII rute Lebak Bulus-Harmoni) banyak yang hilang dan rusak.

"Kita berharap polisi konsisten meski ada celah bagi pengendara untuk masuk ke jalur bus Transjakarta," ujarnya.

Sri mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus mendata sekaligus memperbaiki separator busway di seluruh koridor. Berdasarkan data sementara di lapangan, separator busway yang paling banyak hilang‎ ada di Koridor III. ‎"Banjir yang merendam jalan belakangan ini juga menjadi salah satu faktor penyebab separator rusak," ujarnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, Benjamin Bukit mengaku sangat mengapresiasi tindakan kepolisian yang terus berupaya mensterilkan jalur Transjakarta dari kendaraan pribadi. "Ini juga sudah menjadi komitmen bersama antara Pemprov DKI dengan kepolisian," katanya.

Benjamin juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga terkait rusaknya separator busway agar segera diperbaiki.

Ke depan, pihak kepolisian akan menggunakan sistem pengawasan jalur bus Transjakarta dengan menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV).

"Kalau sudah pakai CCTV, para pengendara yang nekat menerobos jalur bus Transjakarta akan dikenakan sanksi saat pembayaran pajak kendaraan," tukasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Rano Pastikan Penyintas Kebakaran Kebon Kosong Terlayani Baik

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1312 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pemkot Jakut Dukung Pembangunan Fasilitas Pendidikan di Pluit

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1232 personAnita Karyati
  3. Rano Apresiasi Penanganan Jalan Amblas di Lenteng Agung

    access_time02-06-2026 remove_red_eye1138 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Buka Indonesia World Dance Festival 2026, Rano Karno Dorong Jakarta Jadi Pusat Kebudayaan Global

    access_time30-05-2026 remove_red_eye1067 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. PMI Jaksel Ikut Bantu Penyintas Kebakaran di Kebon Kosong

    access_time04-06-2026 remove_red_eye1015 personTiyo Surya Sakti