You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Urban Farming di Kantor Kelurahan Munjul Dipanen
photo Nurito - Beritajakarta.id

TP PKK Kelurahan Munjul Panen 7,5 Kilogram Samhong

Tim Penggerak (TP) PKK Kelurahan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur hari ini memanen 7,5 kilogram sayur samhong dan sembilan kilogram sayur kangkung.

Sayur mayur yang kita panen ini dijual ke warga dengan harga Rp 35 ribu perkilogram, untuk sayur samhong dan sayur kangkung Rp 10 ribu perkilogram,

Ketua TP PKK Kelurahan Munjul, Lin Lin Herlina, mengatakan, masa tanam sayur samhong yang dipanen dengan teknik hidroponik di belakang kantor kelurahan tersebut kurang lebih 21 hari, sedangkan kangkung masa tanamnya kurang lebih satu bulan.

"Sayur mayur yang kita panen ini dijual ke warga dengan harga Rp 35 ribu perkilogram, untuk sayur samhong dan sayur kangkung Rp 10 ribu perkilogram," ujarnya, Rabu (26/8).

Urban Farming di Jakarta Semakin Luas dan Berkualitas

Sementara, Wakil Ketua Pokja 3 TP PKK Kelurahan Munjul, Handayani menuturkan, sayuran yang ditanam selalu berganti, menyesuaikan permintaan pasar. Mulai dari samhong, kangkung, pak coy, bayam merah, bayam hijau, bayam batik, sawi maupun jenis sayuran lainnya.

"Selain untuk penghijauan, urban farming di kantor kelurahan ini untuk wahana edukasi dan sosialisasi bagi warga tentang pemanfaatan lahan serta cara bercocok tanam," tandasnya. 

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 441 Ekor Kucing Sudah Disterilisasi di Jaksel

    access_time03-08-2026 remove_red_eye1146 personTiyo Surya Sakti
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1001 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Kepulauan Seribu Raih Peringkat Pertama Aktivasi IKD Terbaik Nasional

    access_time03-08-2026 remove_red_eye994 personAnita Karyati
  4. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye973 personAnita Karyati
  5. Konservasi Pulau Sabira Perkuat Ekosistem Laut dan Kesejahteraan Nelayan

    access_time03-08-2026 remove_red_eye964 personAnita Karyati