You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Kebakaran Karang Anyar, 1500 Warga Mengungsi
photo Jhon Syah Putra Kaban - Beritajakarta.id

1.500 Jiwa Mengungsi Akibat Kebakaran di Karang Anyar

Sekitar 1.500 warga kehilangan tempat tinggalnya akibat kebakaran yang melanda RW 01, Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Sawah Besar, Senin (23/2) sore. Alhasil, malam ini warga terpaksa mengungsi di sejumlah lokasi.

Yang terpenting makan malam sudah kami siapkan. Kami juga dirikan dapur umum bagi korban kebakaran

"Kami sudah bangun tenda di kolong rel kereta api Stasiun Mangga Besar untuk pengungsian. Kami juga sudah siapkan logistik bagi para pengungsi," ujar Mangara Pardede, Walikota Jakarta Pusat, Senin (23/2) malam.

Dikatakan Mangara, dari data sementara, hingga malam ini sebanyak 500 kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal akibat amukan si jago merah. Banyaknya rumah warga yang terbuat dari bahan semi permanen membuat kebakaran dengan cepat membesar dan sulit dipadamkan.

Pemukiman Padat di Karang Anyar Terbakar

Sementara itu, Kepala Sudin Sosial Jakarta Pusat, Susana Budi Susilowati menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan bantuan seperti tenda, terpal, selimut dan makan malam bagi para pengungsi yang menjadi korban kebakaran.

"Yang terpenting makan malam sudah kami siapkan. Kami juga dirikan dapur umum bagi korban kebakaran," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1344 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1189 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye981 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye953 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye779 personFakhrizal Fakhri
close