You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Djarot Kembali Wacanakan Pembangunan Deep Tunnel
photo Doc - Beritajakarta.id

Calon Investor Diminta Matangkan Kajian Deep Tunnel

Sejumlah perusahaan swasta tertarik membangun proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Deep Tunnel. Agar pembangunan terowongan multi fungsi itu nantinya berjalan baik, Pemprov DKI meminta sejumlah calon investor untuk mematangkan kajian proyek tersebut. 

Kalau kita tidak yakin pemda bisa ambil alih. Toh kita juga punya duit, punya dana. Kalau mereka di tengah jalan macet harus diserahkan ke kita

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidajat mengatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati dalam menyetujui sebuah proyek. Terlebih, proyek JIT sepenuhnya akan dibiayai oleh swasta tanpa menggunakan dana APBD DKI.

Diakui Djarot jika proyek ini layak, maka Pemprov DKI Jakarta akan menyetujuinya. Namun harus ada kajian yang lebih mendalam lagi terkait proyek ini. "Kalau betul-betul layak dan bisa dipertangungjawabkan, serta mereka berani menanggung satu syarat pokok bahwa harus tuntas kenapa tidak?," ujar Djarot, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (27/2).

Djarot Kembali Wacanakan Pembangunan Deep Tunnel

Dikatakan Djarot, hal yang paling ditekankan dalam perjanjian nantinya adalah masalah finansial. Sehingga jika terjadi kendala, maka semua aset bisa diambil alih oleh Pemprov DKI Jakarta. "Kalau kita tidak yakin pemda bisa ambil alih. Toh kita juga punya duit, punya dana. Kalau mereka di tengah jalan macet harus diserahkan ke kita," katanya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Antaredja Mulia Jaya, Wibisono mengatakan, dalam pembangunan JIT sudah ada lima investor yang tertarik. Empat investor berasal dari luar negeri yaitu, China Railway dan CAS Construction Fujian Haixi Co dari Tiongkok. Lalu ada Boygues dari Perancis, dan Sembawang Group dari Singapura. "Satu investor lainnya dari dalam negeri," kata Wibisono, usai bertemu Djarot di Balaikota.

JIT akan dibangun sepanjang 12 kilometer, dari Manggarai hingga by pass Sungai Ciliwung. Anggaran yang dibutuhkan mencapai RP 29 triliun. Semua dana pembangunan akan ditanggung oleh investor tanpa membebani APBD DKI Jakarta. "Pembangunannya butuh waktu tiga tahun. Pak Wagub minta sebelum Asian Games 2018 berlangsung," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pelajar SD di Kepulauan Seribu Ikuti Lomba Regu Prestasi Penggalang

    access_time28-08-2026 remove_red_eye1860 personAnita Karyati
  2. Peresmian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Dijadwal Ulang

    access_time26-08-2026 remove_red_eye830 personDessy Suciati
  3. Tawarkan 37 Proyek Strategis, Pramono Ajak Investor Bangun Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye745 personDessy Suciati
  4. JIF Summit 2026 Perkuat Kolaborasi dan Peluang Investasi Jakarta

    access_time28-08-2026 remove_red_eye711 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Regulasi Turunan UU DKJ Diharapkan Rampung Sebelum Keppres IKN

    access_time28-08-2026 remove_red_eye689 personFakhrizal Fakhri