You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Penjabat Sekda Pimpin Panen Melon di Agro Wisata Cilangkap
photo Nurito - Beritajakarta.id

Penjabat Sekda DKI Pimpin Panen Melon di Agro Wisata Cilangkap

Penjabat Sekda DKI Jakarta, Sri Haryati memimpin kegiatan panen melon jenis golden di Agro Wisata Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/1).

Hasilnya, hari ini kami berhasil memanen sebanyak seribu melon jenis golden dengan berat berkisar 1,3 hingga 1,5 kilogram per buah,

Kegiatan panen melon tersebut juga diikuti oleh sejumlah pejabat terkait, di antaranya, Wali Kota Jakarta Timur, Muhammad Anwar; Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakarta Bidang Pengendalian Kependudukan dan Pemukiman, Suharti; Plt Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI, Suharini Eliyawati; Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman Dinas KPKP)  DKI, Ali Nurdin; Camat Cipayung, Fajar Eko Satrio; dan Lurah Cilangkap, Nasir Sugiar.

Sri Haryati mengatakan, panen melon dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Asyik, 22 Kilogram Sayur Berhasil Dipanen dari Agro Wisata Cilangkap

“Hasilnya, hari ini kami berhasil memanen sebanyak seribu melon jenis golden dengan berat berkisar 1,3 hingga 1,5 kilogram per buah,” kata Sri Haryati, Rabu (6/1).

Ia menjelaskan, Dinas KPKP DKI saat ini telah melakukan kolaborasi dengan Kementerian Pertanian RI dalam pengembangan agro edu wisata.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya mengembangkan usaha pertanian yang sangat menarik dan bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pariwiaata dan edukasi.

“Oleh sebab itu, konsep pertanian perkotaan di Jakarta harus berbeda. Salah satunya, unsur teknologi harus masuk sehingga walau lahan sempit bisa menghasilkan produk yang sangat baik serta bisa untuk pengembangan usaha pertanian, pariwisata dan edukasi," jelas Sri.

Sementara, Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, Dinas KPKP  DKI Jakarta, Ali Nurdin menuturkan, melon berwarna kuning keemasan itu ditanam selama lebih kurang 72 hari.

"Selanjutnya, seluruh hasil panen ini akan dijual kepada distributor yang sudah menjadi mitra dengan harga jual Rp 12 ribu per kilogram," tuturnya.

Menurutnya, seluruh melon yang ada ditanam dengan sistem hidroponik dan diminati masyarakat. Sebab rasanya renyah atau krispi dan kadar gulannya juga sudah diatur sesuai dengan perlakuan penggunaan unsur mikro dari nutrisi tanaman.

"Sehingga warga yang mempunyai keluhan penyakit diabetes tak perlu khawatir karena kadar gula melon ini hanya sekitar 12,5 sampai 13 gram," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1326 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1168 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye965 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye934 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye766 personFakhrizal Fakhri
close