You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemkot Jaksel Kolaborasi Dengan Rumah Sosial Kutup Tangani Minyak Jelantah
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

Gandeng Rumah Sosial Kutup, Pemkot Jaksel Optimalkan Program Kampung Tersenyum

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan terus mengoptimalkan Program Kampung Tersenyum dengan menggandeng Rumah Sosial Kutup (RSK), untuk menangani persoalan limbah minyak jelantah dari rumah tangga.

Saat ini dari 65 kelurahan, baru 36 yang berpartisipasi dalam PSMJ

Plt Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengatakan, pihaknya serius menangani limbah minyak jelantah bekas pakai yang berasal dari rumah tangga. Sebab, bila dibuang ke saluran  akan mencemari lingkungan.

"Untuk penanganan minyak jelantah bekas pakai, kami berkolaborasi dengan RSK mengoptimalkan Program Kampung Tersenyum (PKT) dengan melibatkan kader TP PKK," katanya, Selasa (4/5).  

Program Keluarga Tersenyum Diluncurkan di Jakarta Barat

Dijelaskan Isnawa, Program Kampung Tersenyum yang dijalankan bersama RSK ini telah melahirkan Program Sedekah Minyak Jelantah (PSMJ), sejak 2019 lalu.  

Program Sedekah Minyak Jelantah ini, kata Isnawa, selain menjaga lingkungan juga untuk mewujudkan keluarga sehat, bersih dan berkah tanpa menggunakan kembali minyak goreng secara berulang.

"Saat ini dari 65 kelurahan, baru 36 yang berpartisipasi dalam PSMJ. Dari 36 kelurahan belum semua RW ikut program itu, hingga potensi kerusakan lingkungan masih ada," tukas Isnawa.

Untuk itu dirinya menekankan agar kolaborasi bisa dijalin juga ke pihak ke tiga, dalam hal ini perusahaan. Ia menjelaskan setiap perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial atas setiap produk yang dibuatnya.

"Kita jangan hanya menangani setelah menjadi limbah. Kita minta tanggung jawab perusahaan, ada namanya Extended Produsen Responsibility (EPR). Perusahaan punya anggaran, CSR dan perusahaan punya tanggung jawab dari produk yang dihasilkan," tegasnya.

Semenara, Direktur RSK Suhito, mengimbau warga agar mulai saat ini untuk tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Dia minta agar minyak jelantah tersebut ditampung dan masukan ke tong sedekah yang ada di RT terdekat.

"Mudah-mudahan dalam upaya ini, warga Jakarta Selatan lebih baik kehidupannya dari aspek kesehatan. Karena mulai hari ini tidak ada lagi penggunaan minyak jelantah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6801 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6197 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1419 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1349 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1262 personAldi Geri Lumban Tobing