You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Lima Lokasi Bioswale dan Rain Garden di Jakpus Telah Rampung
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

Pembuatan Rain Garden dan Bioswale di Lima Titik di Jakpus Rampung

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat telah merampungkan pembuatan rain garden dan bioswale pada area jalur hijau dan ruang terbuka hijau (RTH) di lima lokasi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir genangan di sekitar lokasi.

Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi potensi genangan sekaligus mempercantik tata kota

Kepala Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Pusat, Mila Ananda menyampaikan, ada empat bioswale dan satu rain garden yang dibuat pada ruang terbuka hijau dan jalur hijau di Jakarta Pusat. Keempat bisowale yang telah rampung yakni di RTH Manggala Jalan Penjompongan Raya, jalur hijau Jalan Tambak, jalur hijau Jalan Industri, dan jalur hijau Simpang Lima Senen. Sedangkan satu rain garden yang telah rampung yakni di Tamai Boi Trans Park Jalan Letjen Suprapto.

"Empat bioswale dan satu rain garden ini rampung pada akhir tahun sesuai target. Ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi potensi genangan sekaligus mempercantik tata kota," ujar Mila, Selasa (28/12).

Pembuatan Bioswale di RTH Manggala Wanabakti Capai 75 Persen

Dikatakan Mila, bioswale merupakan saluran vegetasi untuk mengendalikan limpasan air hujan berbentuk linear atau memanjang. Saluran ini akan dihubungkan dengan saluran kota. Sedangkan rain garden dibuat berupa area cekungan berbentuk taman dengan berbagai media tanam disekitarnya. Adapun luas bioswale dan rain garden tersebut yakni, bioswale RTH Manggala  seluas 51,22 meter; bioswale Jalan Tambak seluas 43,5 meter; bioswale Jalan Industri seluas 19,12 meter; bioswale Simpang Lima Senen seluas 16,19 meter; dan satu rain garden memiliki luas 198 meter.

"Untuk jenis tanaman yang cocok ditanam di sekitar bioswale dan rain garden antara lain jenis tanaman papyrus, pakis kelabang, alang-alang merah, alang-alang hijau, irish, pacing pentul, kadaka, latana, bakung air mancur, aralia, pretty pink, yang liu, bambu air dan lolipop," ujarnya.

Mila mengatakan, setelah pembangunan bioswale dan rain garden pada lima lokasi tersebut, maka awal tahun 2022 akan dikerjakan kembali rain garden dan bioswale di Taman Rawasari.

"Kami yakin, bioswale dan rain garden ini dapat membantu atasi genangan. Untuk pembuatan di tahun 2022 kita masih mendata kembali lokasi yang rawan genangan, saat ini baru satu lokasi yang kita rencanakan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pramono Dorong Forkabi Kompak Bangun Jakarta

    access_time24-07-2026 remove_red_eye1777 personDessy Suciati
  2. Bus Open Top Tour Jakarta Batavia Resmi Beroperasi

    access_time23-07-2026 remove_red_eye1407 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Syafrin Tinjau Lokbin Pasar Minggu

    access_time27-07-2026 remove_red_eye1254 personTiyo Surya Sakti
  4. SEA V Cup 2026 Resmi Bergulir, Jakarta Jadi Panggung Voli Asia Tenggara

    access_time23-07-2026 remove_red_eye897 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Bela Satpam Tegur Pengemudi Alphard di HI

    access_time24-07-2026 remove_red_eye866 personDessy Suciati