You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
BPS DKI Rilis Perkembangan Inflasi hingga Ekspor dan Impor
photo Yudha Peta Ogara - Beritajakarta.id

BPS DKI Rilis Perkembangan Inflasi hingga Ekspor dan Impor 

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta merilis data inflasi, pariwisata, tingkat penghunian kamar, dan perkembangan ekspor impor pada Desember 2021 secara daring, Senin (3/1).

Inflasi tahun kalender sebesar 1,53 persen menjadi yang terendah selama tiga tahun terakhir pada periode yang sama

Kepala BPS Provinsi DKI Jakarta, Anggoro Dwitjahyono, menjelaskan, inflasi di Jakarta pada Desember 2021 mencapai 0,45 persen. Perkembangan month to month (MtM), Januari sampai Desember atau inflasi tahun kalender sebesar 1,53 persen dan years on years (YoY) pada Desember 2021 berbanding Desember 2020 sebesar 1,53 persen.

"Inflasi 0,45 persen pada Desember itu yang tertinggi sepanjang tahun 2021. Pembatalan PPKM level 3 Nataru memberikan efek positif. Inflasi tahun kalender sebesar 1,53 persen menjadi yang terendah selama tiga tahun terakhir pada periode yang sama. Begitu juga inflasi YoY 1,53 persen, terendah selama tiga tahun terakhir," ungkapnya.

TPID DKI Cek Harga Komoditas Pangan di Pasar Induk Kramat Jati

Dikatakan Anggoro, komoditas penyumbang utama laju inflasi pada Desember 2021 adalah kenaikan harga minyak goreng dengan andil sebesar 0,09, kenaikan tarif angkutan udara andil 0,04 persen, dan kenaikan harga telur ayam ras 0,04 persen. Di kota satelit, inflasi Jakarta di bawah Tangerang (0,69 persen), Bogor (0,56 persen), dan Bekasi (0,54 persen). Inflasi Jakarta lebih tinggi dari Depok yang hanya sebesar 0,33 persen.

"Ada lima komoditi yang mengalami kenaikan harga dibanding dengan bulan sebelumnya atau November. Yakni cabai rawit sebesar 55,26 persen, cabai hijau 19,15 persen, cabai merah 13,29 persen, dan minyak goreng 9,49 persen. Kami juga mencatat penurunan harga daging sapi," katanya.

Sedangkan untuk data perkembangan pariwisata pada November 2021 menunjukkan, kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 19.046 melalui Bandara Soekarno Hatta (18.971) dan Bandara Halim Perdanakusuma (75). Kunjungan pada November itu meningkat sebesar 38,7 persen dibandingkan dengan Oktober 2021 (MtM). Jika dibandingkan dengan November 2020 terjadi kenaikan sebesar 32,6 persen (YoY).

"Lima negara dengan kunjungan terbanyak ke Jakarta yakni Tiongkok sebesar 3.070, Korea Selatan 1.589, Rusia 1.432, India 1.085, dan Amerika Serikat 821," ujarnya.

Selanjutnya, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di Jakarta pada November 2021 tercatat 53,3 persen, pada Oktober 2021 sebesar 50,6 persen, dan pada November 2020 sebesar 45,6 persen.

"Perkembangan ekspor Jakarta pada November 2021 naik sebesar 7,1 persen dibanding Oktober 2021 dan naik sebesar 7,9 persen dibanding November 2020. Impor pada November 2021 naik 16,5 persen dibanding Oktober 2021 dan naik 52,3 persen dibanding November 2020," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Personel Gabungan Kembalikan Fungsi Trotoar dan Saluran di Jalan Sungai Bambu

    access_time21-10-2026 remove_red_eye2916 personAnita Karyati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye2834 personNurito
  3. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1718 personBudhi Firmansyah Surapati
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1699 personNurito
  5. Antisipasi Cuaca Panas, Pemprov DKI Siapkan OMC Jelang JRF dan Konser Kanye West

    access_time21-10-2026 remove_red_eye1688 personDessy Suciati