You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Setiap Hari Terminal AKAP Kalideres Angkut 150 Penumpang Mudik
photo TP Moan Simanjuntak - Beritajakarta.id

150 Pemudik Berangkat dari Terminal AKAP Kalideres Setiap Hari

150 penumpang tercatat melakukan perjalanan mudik ke berbagai tujuan dari Terminal Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kalideres, Jakarta Barat setiap hari.

Tahun ini mulai ada peningkatan menjadi sekitar 150 orang per hari

Kepala Terminal Bus AKAP Kalideres, Revi Zulkarnaen mengatakan, saat ini, jumlah pemudik yang berangkat dari terminalnya terbilang masih belum ramai. Namun jika dibandingkan musim mudik dua tahun lalu, jumlah pemudik di terminal ini mengalami peningkatan.

"Dua tahun lalu penumpang yang mudik hanya sekitar 100 penumpang per hari. Tahun ini mulai ada peningkatan menjadi sekitar 150 orang per hari," ujarnya, Senin (18/4).

Dishub Siapkan Tujuh Terminal Selama Musim Mudik Lebaran

Revi menjelaskan, saat ini pihaknya telah menyiapkan 150 unit armada dari berbagai Perusahaan Otobus (PO) yang beroperasi 50-70 bus per hari. Armada tersebut disiapkan untuk mengangkut pemudik dengan tujuan Padang, Palembang, Lampung, JawaTengah, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali dan Bengkulu.

Ia menambahkan, selain armada, di terminal ini juga disediakan gerai vaksinasi, tes antigen, PCR dan penukaran uang receh. Gerai tersebut didirikan hasil kerja sama dengan PT Kimia Farma dan Bank Indonesia (BI).

"Kita juga adakan tes urin bagi para pengemudi untuk menjaga keselamatan penumpang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1183 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1158 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye947 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye931 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye846 personBudhi Firmansyah Surapati