You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
80.054 Pemudik Berangkat dari Tujuh Terminal di Jakarta 2
photo Doc - Beritajakarta.id

80.054 Pemudik Berangkat dari Tujuh Terminal di Jakarta

Dinas Perhubungan DKI mencatat, sebanyak 80.054 pemudik telah diberangkatkan dari tujuh terminal di Jakarta, selama.kurun waktu 25 sampai 30 April 2022.

Terbanyak berangkat dari Terminal Terpadu Pulo Gebang dan Kampung Rambutan 

Kepala Unit Pengelola Transportasi Angkutan Jalan (UPTAJ) Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syamsul Mirwan mengatakan, 80.054 penumpang ini diberangkatkan dari Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Terpadu Pulogebang, Terminal Tanjung Priok, Terminal Lebak Bulus, Terminal Grogol, dan Terminal Muara Angke.

Berdasarkan data yang diperoleh, jumlah penumpang terbanyak berangkat dari Terminal Terpadu Pulogebang dan Terminal Kampung Rambutan dengan rata-rata 4.000 orang per hari selama periode tersebut.

Pemudik Bersepeda Motor Masih Padati Jalan Raya Kalimalang

Menurut Syamsul Mirwan mengatakan, lonjakan penumpang di tujuh terminal sudah mulai terjadi sejak H-7 Idulfitri 1443 H atau 25 April 2022. Sedangkan puncak keberangkatan penumpang terjadi pada Jumat (29/4) kemarin.

“Kalaupun memang ada lonjakan setelahnya itu hanya penumpang trayek jarak dekat seperti Sukabumi, Bandung, Tasik. Sedangkan untuk trayek jarak jauh seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah prepare atau berangkat jauh-jauh hari sebelumnya,” ungkap Syamsul, Minggu (1/5).

Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Operasional UPTAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Priebadi menambahkan, sempat terjadi keterlambatan pengangkutan penumpang di sejumlah terminal utama pada H-3 dan H-2 Idulfitri, lantaran pemberlakukan kontraflow di jalan tol dan antrean panjang di Pelabuhan Merak.

Sigit menyatakan, pihaknya telah meminta perusahaan otobus (PO) supaya menyediakan armada bus cadangan untuk mengantisipasi kepadatan penumpang di sejumlah terminal, dampak dari keterlambatan keberangkatan.

“Kita berikan surat izin insidentil terhadap bus pariwisata untuk melayani rute-rute tertentu saja sesuai kebutuhan. Apabila ada kepadatan di satu terminal maka akan diakomodir oleh bus cadangan atau bus pariwisata supaya penumpang tetap terlayani dan tepat waktu sampai tujuan pemudik,” beber Sigit.

Sigit menambahkan, bus cadangan hanya disediakan di terminal utama atau terminal tipe A karena konsentrasi maupun pergerakan penumpang lebih banyak di terminal utama.

“Sedangkan peran terminal bantuan hanya memecah konsentrasi penumpang agar tidak terjadi kepadatan penumpang di terminal utama,” tandas Sigit.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. PPSU Jelambar Himpun 144 Liter Minyak Jelantah

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1647 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pramono Upayakan Tak Ada Pemberhentian Kerja PPPK

    access_time29-03-2026 remove_red_eye1202 personDessy Suciati
  3. DPP APWI Gelar Halal Bihalal Bersama Widyaiswara

    access_time01-04-2026 remove_red_eye1023 personFolmer
  4. Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

    access_time31-03-2026 remove_red_eye1019 personDessy Suciati
  5. DKI Dukung Pusat Bangun Hunian Baru untuk Warga Bantaran Rel

    access_time28-03-2026 remove_red_eye926 personDessy Suciati