Gubernur Pramono Tinjau RSUD Cengkareng, Apresiasi Pelayanan dan Fasilitas Modern
access_timeKamis, 16 Oktober 2025 10:44
Jakarta Barat -
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, didampingi Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng, Jakarta Barat, pada Kamis (16/10). Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung proses pelayanan, mulai dari administrasi hingga kelengkapan fasilitas kesehatan.
“Terus terang, ini salah satu rumah sakit milik Jakarta yang menurut saya terbaik. Fasilitasnya baik, pelayanannya juga baik. Bahkan, mereka menerapkan apa yang disebut Patient Experience Officer. Inilah yang membuat saya tertarik datang ke sini,” ujar Gubernur Pramono.
Ia juga mengapresiasi keberadaan layanan eksekutif di RSUD Cengkareng. Ruang rawat ini memiliki satu kamar president suite yang dilengkapi ruang tamu pribadi dan ruang kerja, serta lima kamar eksekutif dengan fasilitas ruang tamu dan dapur mini.
Selain itu, hampir seluruh dari 500 kamar rawat inap di rumah sakit tersebut kini terisi penuh.
“Saya juga kaget, ternyata di RSUD ini ada president suite. Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkannya. Bahkan di president suite bisa untuk candle light dinner, luar biasa. Karena melihat pelayanan yang bagus ini, saya bersama Ibu Kepala Dinas sudah memberikan izin agar fasilitas ini di-upgrade, khususnya untuk layanan eksekutif di lantai satu dan dua. Saya juga meminta agar mutu pelayanan di sini terus dipertahankan karena ini rumah sakit yang sangat baik,” papar Gubernur Pramono.
Sementara itu, Direktur RSUD Cengkareng, Lysbeth Regina Pandjaitan, menjelaskan, rumah sakit tersebut memiliki program optimalisasi pelayanan administrasi melalui Patient Experience Officer. Program ini memudahkan pasien dalam proses administrasi dan pendaftaran.
“Gagasan ini muncul ketika kami melihat banyak pasien yang kebingungan saat mendaftar, termasuk pengguna kursi roda yang kesulitan mencari bantuan. Karena itu, kami membentuk layanan Patient Experience Officer dari staf internal, tanpa menambah SDM baru. Petugasnya berasal dari berbagai unit, mulai dari keamanan, office boy, hingga staf administrasi yang kami latih khusus untuk membantu pasien,” ujar Lysbeth. "Dalam rangka mengangkat budaya lokal, petugas Patient Experience Officer mengenakan busana adat Betawi saat melayani pasien rawat jalan."
RSUD Cengkareng merupakan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta dengan kapasitas 500 tempat tidur. Fasilitasnya mencakup 10 ruang operasi modern dan dua ruang operasi emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rumah sakit ini memiliki IGD Level 4 dengan layanan komprehensif, meliputi obstetri neonatal emergensi, kamar bedah emergensi, laboratorium, radiologi, serta tenaga dokter spesialis anak, anestesi, dan bedah yang berjaga 24 jam.
RSUD Cengkareng juga menyediakan layanan unggulan KJSU–KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak) yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.
Selain itu, tersedia ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan konsep family care, di mana keluarga pasien dapat melihat kondisi pasien dari area khusus secara berkala. Atas berbagai inovasi dan standar pelayanan tersebut, RSUD Cengkareng meraih penghargaan dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai Rumah Sakit Ramah Keselamatan Pasien.
“Terus terang, ini salah satu rumah sakit milik Jakarta yang menurut saya terbaik. Fasilitasnya baik, pelayanannya juga baik. Bahkan, mereka menerapkan apa yang disebut Patient Experience Officer. Inilah yang membuat saya tertarik datang ke sini,” ujar Gubernur Pramono.
Ia juga mengapresiasi keberadaan layanan eksekutif di RSUD Cengkareng. Ruang rawat ini memiliki satu kamar president suite yang dilengkapi ruang tamu pribadi dan ruang kerja, serta lima kamar eksekutif dengan fasilitas ruang tamu dan dapur mini.
Selain itu, hampir seluruh dari 500 kamar rawat inap di rumah sakit tersebut kini terisi penuh.
“Saya juga kaget, ternyata di RSUD ini ada president suite. Mudah-mudahan masyarakat bisa memanfaatkannya. Bahkan di president suite bisa untuk candle light dinner, luar biasa. Karena melihat pelayanan yang bagus ini, saya bersama Ibu Kepala Dinas sudah memberikan izin agar fasilitas ini di-upgrade, khususnya untuk layanan eksekutif di lantai satu dan dua. Saya juga meminta agar mutu pelayanan di sini terus dipertahankan karena ini rumah sakit yang sangat baik,” papar Gubernur Pramono.
Sementara itu, Direktur RSUD Cengkareng, Lysbeth Regina Pandjaitan, menjelaskan, rumah sakit tersebut memiliki program optimalisasi pelayanan administrasi melalui Patient Experience Officer. Program ini memudahkan pasien dalam proses administrasi dan pendaftaran.
“Gagasan ini muncul ketika kami melihat banyak pasien yang kebingungan saat mendaftar, termasuk pengguna kursi roda yang kesulitan mencari bantuan. Karena itu, kami membentuk layanan Patient Experience Officer dari staf internal, tanpa menambah SDM baru. Petugasnya berasal dari berbagai unit, mulai dari keamanan, office boy, hingga staf administrasi yang kami latih khusus untuk membantu pasien,” ujar Lysbeth. "Dalam rangka mengangkat budaya lokal, petugas Patient Experience Officer mengenakan busana adat Betawi saat melayani pasien rawat jalan."
RSUD Cengkareng merupakan rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta dengan kapasitas 500 tempat tidur. Fasilitasnya mencakup 10 ruang operasi modern dan dua ruang operasi emergensi di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Rumah sakit ini memiliki IGD Level 4 dengan layanan komprehensif, meliputi obstetri neonatal emergensi, kamar bedah emergensi, laboratorium, radiologi, serta tenaga dokter spesialis anak, anestesi, dan bedah yang berjaga 24 jam.
RSUD Cengkareng juga menyediakan layanan unggulan KJSU–KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak) yang menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta.
Selain itu, tersedia ruang Intensive Care Unit (ICU) dengan konsep family care, di mana keluarga pasien dapat melihat kondisi pasien dari area khusus secara berkala. Atas berbagai inovasi dan standar pelayanan tersebut, RSUD Cengkareng meraih penghargaan dari Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) sebagai Rumah Sakit Ramah Keselamatan Pasien.
Topik : Kesehatan