Hadiri Halalbihalal IKAPETE, Wagub Rano Soroti Stabilitas Ekonomi dan Penguatan Solidaritas
access_timeMinggu, 29 Maret 2026 10:47
Jakarta Timur -
JAKARTA — Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara halalbihalal dan haul masyayikh Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) DKI Jakarta di Aula Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu (29/3).
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika global.
Wagub Rano menyampaikan, perputaran ekonomi Jakarta pada periode hari besar keagamaan menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi sejak perayaan Natal hingga Idulfitri.
“Alhamdulillah, pada periode kegiatan kebudayaan yang dimulai dari Natal hingga Hari Raya Idulfitri, perputaran ekonomi Jakarta mencapai hampir Rp48 triliun. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga pergerakan ekonomi, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan strategis berupa penggratisan layanan transportasi publik pada momen Idulfitri. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah menggratiskan transportasi umum di Jakarta selama dua hari saat Idulfitri. Baik TransJakarta maupun MRT dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat,” jelasnya.
Wagub Rano menambahkan, kebijakan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan melampaui nilai subsidi yang dikeluarkan pemerintah.
“Jika dihitung, subsidi yang diberikan mencapai hampir Rp3 triliun. Namun, dampaknya justru menghasilkan perputaran ekonomi hingga tujuh kali lipat. Ini menunjukkan ekonomi Jakarta masih cukup solid,” ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, Wagub Rano juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan solidaritas sosial melalui momentum halalbihalal. Menurutnya, kegiatan seperti ini berperan penting dalam mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, momen halalbihalal seperti ini sangat penting untuk saling menguatkan dan menasihati. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua serta memperkuat ukhuwah Islamiah di Jakarta,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika global.
Wagub Rano menyampaikan, perputaran ekonomi Jakarta pada periode hari besar keagamaan menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dari meningkatnya aktivitas ekonomi sejak perayaan Natal hingga Idulfitri.
“Alhamdulillah, pada periode kegiatan kebudayaan yang dimulai dari Natal hingga Hari Raya Idulfitri, perputaran ekonomi Jakarta mencapai hampir Rp48 triliun. Angka ini menunjukkan daya beli masyarakat dan aktivitas ekonomi tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga pergerakan ekonomi, Pemprov DKI Jakarta menerapkan kebijakan strategis berupa penggratisan layanan transportasi publik pada momen Idulfitri. Kebijakan ini dinilai efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Salah satu kebijakan yang kami lakukan adalah menggratiskan transportasi umum di Jakarta selama dua hari saat Idulfitri. Baik TransJakarta maupun MRT dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat,” jelasnya.
Wagub Rano menambahkan, kebijakan tersebut memberikan dampak ekonomi yang signifikan dan melampaui nilai subsidi yang dikeluarkan pemerintah.
“Jika dihitung, subsidi yang diberikan mencapai hampir Rp3 triliun. Namun, dampaknya justru menghasilkan perputaran ekonomi hingga tujuh kali lipat. Ini menunjukkan ekonomi Jakarta masih cukup solid,” ungkapnya.
Selain aspek ekonomi, Wagub Rano juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah dan solidaritas sosial melalui momentum halalbihalal. Menurutnya, kegiatan seperti ini berperan penting dalam mempererat hubungan antarwarga sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, momen halalbihalal seperti ini sangat penting untuk saling menguatkan dan menasihati. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua serta memperkuat ukhuwah Islamiah di Jakarta,” pungkasnya.
Topik : silaturahmi