Beri Arahan di Seminar CPNS, Wagub Rano: Integritas Pilar Utama Jakarta Kota Global
access_timeSelasa, 21 April 2026 17:21
Jakarta Pusat -
Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan pengarahan dalam seminar umum integritas bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Ruang Serbaguna, Gedung Dinas Teknis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/4). Kegiatan ini mengusung tema “Integritas sebagai Fondasi Pelestarian Budaya dan Penguatan Jakarta Menuju Kota Global.”
Dalam arahannya, Wagub Rano menegaskan integritas bukan sekadar istilah, melainkan prinsip dasar yang mencakup kejujuran dan konsistensi dalam menjalankan pelayanan publik. Ia mengingatkan para CPNS akan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen untuk mengabdi kepada masyarakat Jakarta.
“Integritas itu, dalam bahasa agama, adalah istiqomah. Orang yang istiqomah akan jujur, konsisten, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Kejujuran tanpa konsistensi tidak akan kuat. Dari situlah lahir tanggung jawab,” tuturnya.
Wagub Rano juga menjelaskan budaya sebagai perpaduan antara budi dan daya, akal dan tenaga. Karena itu, pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga hasil karya, tetapi juga harus melindungi pelaku dan sumber daya manusia di baliknya.
Ia turut mengingatkan perubahan status Jakarta sebagai kota perekonomian nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024. Menurutnya, perubahan ini menuntut kesiapan mental dan profesionalisme aparatur.
“Kalau kita ingin melestarikan budaya, jangan hanya menjaga hasilnya. Kita harus menjaga siapa yang menciptakannya. Jakarta sedang bertransformasi dan aparatur harus siap membawa kota ini naik kelas di tingkat global,” katanya.
Wagub Rano menambahkan, dalam delapan bulan terakhir, peringkat kota global Jakarta naik dari posisi 74 ke 71. Peningkatan ini didorong penguatan sumber daya manusia, termasuk melalui subsidi pendidikan.
“Anggaran pendidikan di Jakarta lebih dari Rp7 triliun. Tanpa integritas, godaannya besar. Di sinilah pentingnya karakter aparatur,” ujarnya.
Wagub Rano juga menyoroti kontribusi sektor budaya yang menghasilkan pendapatan fiskal hingga Rp67 triliun, sekaligus menggerakkan ekonomi kota melalui integrasi kegiatan budaya dan keagamaan.
Di akhir arahannya, ia menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital dan kecerdasan buatan bagi aparatur masa depan. Namun, ia mengingatkan agar teknologi tidak disalahgunakan.
“Perkuat kemampuan digital, tapi jangan membohongi diri sendiri dengan teknologi. Integritas tetap yang utama,” pungkasnya.
Topik : Pemerintahan,Integritas ASN