Jalan Lenteng Agung Kembali Dibuka, Wagub Rano: Utamakan Keselamatan Pengguna
access_timeSelasa, 02 Juni 2026 16:04
Jakarta Selatan -
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau lokasi perbaikan saluran air dan badan jalan tersebut, pada Selasa (2/6), memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Ia juga mengapresiasi jajaran terkait yang berhasil menyelesaikan perbaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima hari. Menurutnya, pembukaan kembali ruas jalan itu penting karena Jalan Raya Lenteng Agung menjadi salah satu jalur utama penghubung Jakarta dan Depok, Jawa Barat.
“Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi,” ujarnya.
Insiden jalan amblas terjadi pada Jumat pagi pekan lalu. Setelah kejadian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung menutup akses jalan demi keselamatan warga, menurunkan alat berat, dan mempercepat proses perbaikan di lapangan.
“Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal,” imbuh Wagub Rano.
Meski jalur utama telah berfungsi kembali, ia meminta pekerjaan di sisi kiri dan kanan jalan, termasuk pembenahan bahu jalan, tetap dituntaskan. Langkah itu dinilai penting agar arus lalu lintas kembali lancar sepenuhnya dan tidak memunculkan hambatan baru.
Wagub Rano juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar selama proses penutupan dan perbaikan berlangsung. Menurutnya, penutupan sementara diperlukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan secara menyeluruh.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub Rano bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, membahas penyebab amblasnya jalan. Berdasarkan hasil penelusuran teknis, kerusakan dipicu pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.
“Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa,” ungkap Wagub Rano.
Ia menjelaskan, penanganan saluran di kawasan tersebut memiliki tantangan teknis karena aliran air di bawah jalan berasal dari Waduk Universitas Indonesia dan melintas di bawah rel kereta api. Karena itu, perbaikan tidak bisa dilakukan dengan metode penggalian biasa.
“Karena salurannya berada di bawah perlintasan rel kereta api, penanganannya tidak bisa dengan penggalian konvensional. Kami harus menggunakan metode pengeboran atau penekanan pipa langsung menuju waduk,” urainya.
Saat ini, struktur saluran penahan baru telah diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi K-400. Penguatan itu diharapkan meningkatkan ketahanan saluran dan badan jalan agar lebih aman bagi pengguna jalan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA juga melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran yang masih menggunakan struktur Aramco berusia tua. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan dan mempercepat mitigasi jika ditemukan potensi kerusakan serupa di lokasi lain.
“Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk agar mitigasi dan penanganan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” tutur Wagub Rano.
Proses inventarisasi titik rawan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk pemetaan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum yang sebagian infrastrukturnya juga telah berusia tua.
Jakarta — Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, yang sempat ditutup akibat amblasnya badan jalan, kini kembali dibuka dan dapat dilalui kendaraan secara normal.
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, saat meninjau lokasi perbaikan saluran air dan badan jalan tersebut, pada Selasa (2/6), memastikan proses penanganan dilakukan secara cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan pengguna jalan.
Ia juga mengapresiasi jajaran terkait yang berhasil menyelesaikan perbaikan dalam waktu sekitar empat hingga lima hari. Menurutnya, pembukaan kembali ruas jalan itu penting karena Jalan Raya Lenteng Agung menjadi salah satu jalur utama penghubung Jakarta dan Depok, Jawa Barat.
“Saya cukup terkejut, dalam waktu lima hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi sangat baik. Awalnya saya sempat meminta Dinas Bina Marga melakukan pelapisan ulang aspal, tetapi melihat hasilnya sekarang, itu tidak diperlukan lagi,” ujarnya.
Insiden jalan amblas terjadi pada Jumat pagi pekan lalu. Setelah kejadian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta langsung menutup akses jalan demi keselamatan warga, menurunkan alat berat, dan mempercepat proses perbaikan di lapangan.
“Petugas bekerja siang dan malam selama hampir empat hari. Alhamdulillah, hari ini dua ruas jalan sudah kembali dibuka dan dapat dilalui normal,” imbuh Wagub Rano.
Meski jalur utama telah berfungsi kembali, ia meminta pekerjaan di sisi kiri dan kanan jalan, termasuk pembenahan bahu jalan, tetap dituntaskan. Langkah itu dinilai penting agar arus lalu lintas kembali lancar sepenuhnya dan tidak memunculkan hambatan baru.
Wagub Rano juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar selama proses penutupan dan perbaikan berlangsung. Menurutnya, penutupan sementara diperlukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mempercepat penanganan secara menyeluruh.
Dalam peninjauan tersebut, Wagub Rano bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, membahas penyebab amblasnya jalan. Berdasarkan hasil penelusuran teknis, kerusakan dipicu pengeroposan struktur pipa besi bergelombang atau Aramco yang diperkirakan telah berusia lebih dari 30 tahun.
“Jenis besi ini usianya sudah cukup tua, mungkin lebih dari 30 tahun. Struktur yang menua pasti mengalami pengeroposan. Fenomena seperti ini juga bisa saja terjadi di titik lain di Jakarta karena masih ada struktur Aramco dengan kondisi serupa,” ungkap Wagub Rano.
Ia menjelaskan, penanganan saluran di kawasan tersebut memiliki tantangan teknis karena aliran air di bawah jalan berasal dari Waduk Universitas Indonesia dan melintas di bawah rel kereta api. Karena itu, perbaikan tidak bisa dilakukan dengan metode penggalian biasa.
“Karena salurannya berada di bawah perlintasan rel kereta api, penanganannya tidak bisa dengan penggalian konvensional. Kami harus menggunakan metode pengeboran atau penekanan pipa langsung menuju waduk,” urainya.
Saat ini, struktur saluran penahan baru telah diperkuat menggunakan beton berkualitas tinggi K-400. Penguatan itu diharapkan meningkatkan ketahanan saluran dan badan jalan agar lebih aman bagi pengguna jalan.
Sebagai langkah antisipasi, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas SDA juga melakukan inventarisasi dan pemetaan terhadap jaringan saluran yang masih menggunakan struktur Aramco berusia tua. Pemetaan dilakukan untuk mengidentifikasi titik rawan dan mempercepat mitigasi jika ditemukan potensi kerusakan serupa di lokasi lain.
“Kami tidak ingin menutup-nutupi risiko yang ada, tetapi fokus pada langkah antisipasi. Semua skenario harus disiapkan. Kita harus siap menghadapi kemungkinan terburuk agar mitigasi dan penanganan bisa langsung dilakukan dengan cepat,” tutur Wagub Rano.
Proses inventarisasi titik rawan masih berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk pemetaan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum yang sebagian infrastrukturnya juga telah berusia tua.
Topik : sarana prasarana