Silaturahmi Antar Ulama dan Umara, Walikota: Forum Pererat Komunikasi dan Kolaborasi
Walikota Administrasi Jakarta Timur, Munjirin, bersama jajaran menggelar silaturahmi antar ulama dan umara, di Ruang Pola Lantai 2 Blok A, Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Rabu (11/3/2026)
Dalam sambutannya, Walikota mengatakan silaturahmi antara ulama dan umara memiliki makna yang sangat penting. Ulama adalah pewaris para nabi yang senantiasa memberikan tuntunan moral dan spiritual kepada umat. Sementara umara atau pemimpin pemerintahan memiliki tanggung jawab dalam mengelola pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Apabila ulama dan umara berjalan beriringan, saling bersinergi, dan saling menguatkan, maka insyaallah kehidupan masyarakat akan semakin harmonis, pembangunan berjalan dengan baik, dan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang,” kata Walikota.
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan pemerintah semata, tetapi juga oleh dukungan serta peran aktif para ulama dan tokoh agama dalam membina umat serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
“Oleh karena itu, melalui forum silaturahmi ini kami berharap dapat semakin mempererat komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta menyamakan langkah antara pemerintah dengan para ulama dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera,” ungkapnya.
Hadir dalam silaturahmi para alim ulama dan habaib, di antaranya KH. M. Thamrin yang juga anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Komisi D, KH. Munawir Aseli, Al Habib Muhammad bin Abdurahman Assegaf, Al Habib Hud bin Baghir Al Athos, Kh. Dimyati Umar, KH. Abdul Malik, KH. M. Machdum, KH. Zainal Arifin Ghufron, dan KH. M. Bazzar Al Banjari.
Sementara dari jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, hadir mendampingi Walikota, Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur Kusmanto, Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Timur Eka Darmawan, para Asisten Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Timur, dan para pejabat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur. (AD)