You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian

SIARAN PERS

WILAYAH KOTA JAKARTA TIMUR

(Press Release)

Hadiri Pagelaran Wayang Kulit, Sekko Jaktim Ajak Anak Muda Cintai Seni Budaya Indonesia

Jakarta Timur -

Ribuan warga dari berbagai kalangan usia tumpah ruah menghadiri pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Siber RW 04, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (20/6/2026). Acara yang digelar memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta dibuka langsung Sekretaris Kota (Sekko) Administrasi Jakarta Timur, Eka Darmawan.

Pagelaran merupakan hasil kolaborasi antara Pengurus RW 04 Kelurahan Dukuh dengan Museum Wayang Dinas Kebudayaan DKI Jakarta. Sebagai tanda dimulainya acara, Sekko menyerahkan tokoh wayang secara simbolis kepada dalang Ki Totok S. Asmoro yang memimpin jalannya pertunjukan.

Turut hadir dalam acara tersebut Lurah Dukuh Riswanto, Ketua RW 04 Kelurahan Dukuh Tri Wulantoro, Kepala Unit Pengelola Museum Seni Provinsi DKI Jakarta Sri Kusumawati, serta Ketua Umum Senawangi, Marsekal Madya TNI (Purn.) F.H. Bambang Soelistyo.

Dalam sambutannya, Eka mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai langkah nyata untuk memupuk rasa cinta masyarakat terhadap seni dan budaya. Ia menekankan bahwa sebagai kota global dengan masyarakat majemuk, Jakarta mengakomodasi dan mendukung seluruh seni budaya Nusantara.

“Ini menjadi identitas diri kita. Menariknya, tadi ada dalang cilik yang tampil. Ini menjadi pesan penting bahwa sejak dini, anak muda harus mencintai dan melestarikan budaya asli Indonesia agar tidak tergerus budaya asing. Kalian sebagai generasi penerus bangsa harus ikut serta mendukung seni budaya kita," kata Eka.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Dukuh, Tri Wulantoro, menjelaskan pagelaran seni merupakan program berkelanjutan yang sudah memasuki tahun kedua.

"Tahun lalu kami menampilkan Wayang Golek dari Jawa Barat, dan tahun ini Wayang Kulit dari Sragen, Jawa Tengah. Insyaallah ke depannya kami akan kembangkan lagi dengan menampilkan Wayang Kulit Betawi atau Wayang Orang Betawi," ungkap Tri.

Tri menambahkan, kesuksesan dan membludaknya antusiasme warga dalam acara ini terwujud berkat sinergi yang baik dengan Dinas Kebudayaan, PEPADI, Museum Wayang, serta dukungan penuh dari masyarakat pecinta pewayangan. Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menampilkan seni budaya dari daerah mana pun di Indonesia.

Menutup pernyataannya, Tri berpesan tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman bangsa.

"Indonesia terlahir dari berbagai daerah yang tergabung dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sehingga NKRI adalah harga mati. Di era sekarang, tidak perlu lagi mempergunjingkan masalah etnis, agama, atau daerah tertentu. Yang penting kita kompak dan maju bersama untuk Indonesia dan Jakarta yang lebih maju," pungkasnya. (JS)

Suku Dinas Kominfotik Kota Administrasi Jakarta Timur
Twitter
:
Facebook
:
Instagram
:
Topik : Jakarta Timur
Download 
Foto 1
Foto 2
Foto 3
Foto 4