Lomba MTQ Piala Gubernur Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu
Sebanyak 41 peserta mengikuti Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Piala Gubernur Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu.
Kegiatan yang diselenggarakan sejak 15-16 Juli di Gedung Mitra Praja, Jakarta dibuka secara langsung Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan dan dihadiri SKPD/UKPD terkait, LPTQ Provinsi DKI Jakarta, Dewan Hakim dan lainnya.
Menurut Bupati Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.
"Melalui kegiatan ini, kita ingin melahirkan generasi qurani yang beriman, berilmu, berakhlakul karim, serta mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu," kata Fadjar, Rabu (15/07/2026).
Seperti diketahui, Lomba MTQ Piala Gubernur Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu akan melombakan kategori Tilawah, Tartil dan Tahfiz.
Sebanyak 41 peserta dalam perlombaan ini merupakan hasil seleksi di enam kelurahan dan dua kecamatan yang ada di Kabupaten Kepulauan Seribu. Nantinya pemenang dalam kegiatan ini akan dikirim ke tingkat Provinsi DKI Jakarta.
"Ikutilah seluruh rangkaian perlombaan dengan semangat, percaya diri dan penuh keikhlasan, junjung tinggi sportivitas serta hormati setiap keputusan dewan hakim.
Kemenangan sejati bukan hanya tentang mendapatkan piala, tetapi ketika nila-nilai Al-Qur’an dapat dipahami, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," kata Fadjar.
Fadjar berharap, melalui lomba MTQ ini akan lahir qari, qariah, hafiz dan hafizah terbaik, yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Kepulauan Seribu di tingkat Provinsi DKI Jakarta, Nasional dan Internasional.
Sementara itu, salah seorang peserta asal Pulau Tidung, Hawrah (14), mengaku antusias mengikuti MTQ tingkat Kabupaten Kepulauan Seribu untuk pertama kalinya dan optimis dapat memberikan penampilan terbaik.
"Saya ingin memberikan yang terbaik dan membuat orang tua bangga. Target saya menjadi hafizah. Meski ini pengalaman pertama, saya tetap optimistis. Kalaupun belum berhasil, saya akan terus berlatih dan mencoba lagi tahun depan," tandasnya.