Sejumlah petugas gabungan dari Penanganan Prasarana dan Sarana Umun (PPSU) dan Satgas Bina Marga melakukan pembersihan lokasi terdampak aksi penyampaian pendapat di Jalan Raya Salemba hingga simpang Matraman, Jakarta Timur, Sabtu (30/8). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menurunkan petugas dari berbagai unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penanganan pascademonstrasi yang berlangsung sejak Kamis (28/8) hingga Sabtu dini hari.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Bidara Cina membersihkan puing-puing di Polsek Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (30/8). Polsek Jatinegara menjadi salah satu lokasi yang menjadi sasaran amuk masa yang tersebar ke sejumlah wilayah di Jakarta.
Sejumlah petugas unit Pusat Krisis dan Kegawatdaruratan Kesehatan Daerah (PK3D) Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan penanganan korban aksi unjuk rasa di depan Mako Brimob Kwitang, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/8). Penanganan dilakukan pada sejumlah warga dan peserta aksi yang mengalami sesak napas ringan hingga berat akibat gas air mata.
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melalui unit Pelayanan Kesehatan Gawat Darurat Terpadu (PK3D) menyiagakan layanan ambulans di beberapa titik sehubungan dengan aksi penyampaian aspirasi di sejumlah titik di Jakarta, Jumat (29/8). Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan cepat bila terjadi kegawatdaruratan medis selama unjuk rasa.
Sebanyak 30 petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Senen dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa sampah pasca aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/8). Pembersihan dilakukan menyusul banyaknya sampah yang berserakan setelah aksi unjuk rasa yang terjadi.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung didampingi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP), Kelik Indriyanto meninjau area Cluster C Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (29/8). Peninjauan ini dilaksanakan guna melihat secara langsung kondisi bangunan rusunawa Marunda terbengkalai dan sudah dikosongkan sejak September 2023.