You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pergantian Nama Jalan Menambah Literasi Tokoh Betawi
....
photo Wuri Setyaningsih - Beritajakarta.id

Tokoh Masyarakat Tanah Abang: Pergantian Nama Jalan Menambah Literasi Warga

Perubahan nama sejumlah ruas jalan di Jakarta, khususnya di wilayah Tanah Abang, Jakarta Pusat, disambut positif tokoh masyarakat setempat.

M erupakan bagian dari menghargai jasa mereka. 

Roni Adi, Ketua Komunitas Sikumbang (Silaturahim Kumpul Bareng Anak Tenabang) menilai, pergantian nama jalan dengan nama pahlawan, seniman dan ulama asli Jakartam bisa menambah literasi warga.  

Di kawasan Tanah Abang ada dua nama jalan yang diganti. Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan diganti nama menjadi Jalan H.M Saleh Ishak dan Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara diganti menjadi Jalan M.Mashabi.

Ini Komentar Warga Soal Perubahan Nama Jalan Srikaya Jadi H Mahbub Djunaedi

"Pergantian nama ini bagian dari memori kolektif orang Betawi tentang tokoh, pahlawan yang sudah berjasa untuk Jakarta dan Republik Indonesia," katanya, Minggu (3/7) .

Dia mengungkapkan, mungkin selama ini orang tidak mengenal nama H.M Saleh Ishak, pejuang asal kemerdekaan asli Jakarta di tahun 1945 - 1950. Perjuangan H.M. Saleh Ishak untuk negeri ini, jelas Roni, sangat besar. Terbukti, banyak penghargaan yang disematkan kepada dirinya.

Saleh Ishak, mendapat penghargaan tanda Jasa Pahwlawan dari Presiden Soekarno pada 10 November 1958. Kemudian, pengarhagaan dari Menteri Pertahanan RI kala itu, Djuanda, penghargaan dari Panglima Kodam VI Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie, dan penghargaan Dari Ketua Mabes Angkatan 4.      

Sedangkan Muhammad Ridwan Mashabi atau M. Mashabi sendiri merupakan salah satu penulis lagu dan penyanyi musik Melayu asal Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada masa 1950-an dan 1960 an.

"Inilah cikal bakal musik dangdut yang kita dengar. Sejarah ini yang memang harus diketahui oleh masyarakat," terangnya.

Ia pun berharap dengan digantinya nama tokoh betawi, maka generasi milenial semakin memperdalam literasi tentang Kebudayaan dan tokoh Betawi. Sebab menurutnya banyak warga masyarakat yang kurang tahu tentang tokoh betawi.

"Nama tokoh dijadikan jalan ini juga merupakan bagian dari menghargai jasa mereka (pahlawan dan tokoh Betawi-red). Kalau orang Betawi bilang agar "ngak mati obor" perjuangan tokoh-tokoh Betawi," lanjutnya.

Tak hanya itu, generasi muda harus mencontoh dan melanjutkan perjuangan-perjuangan mereka merawat dan menjaga Kebudayaan betawi dengan memberikan kontribusi positif ke segala bidang.

"Saya juga berharap Pemkot Jakarta Pusat memberikan seminar pengetahuan kepada warga masyarakat memperkenalkan tidak hanya pergantian nama jalan saja, tapi juga tokoh-tokohnya, supaya warga, terutama generasi muda di Jakpus semakin mengenal para tokoh betawi ini," pungkasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Anwar Resmikan Jembatan Penghubung RPTRA Rawa Binong

    access_time16-07-2024 remove_red_eye1358 personNurito
  2. Akhir Pekan Langit Jakarta Cerah

    access_time13-07-2024 remove_red_eye1279 personNurito
  3. Langit Cerah Selimuti Jakarta Malam Ini

    access_time14-07-2024 remove_red_eye1038 personFolmer
  4. Halte Velodrome Ditutup Sementara, Transjakarta Sediakan Bus Setop

    access_time15-07-2024 remove_red_eye989 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Faza dan Callysta Dinobatkan Sebagai Abnon Jakpus 2024

    access_time13-07-2024 remove_red_eye927 personBudhi Firmansyah Surapati