You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dikepung Warga, Basuki Tetap Tertibkan Bangunan di Pinangsia
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Dikepung Warga, Basuki Tetap Tertibkan Bangunan di Pinangsia

Puluhan warga kawasan Pinangsia, Jakarta Utara, Selasa (26/5) malam, menyerbu kediaman Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Perumahan Pantai Mutiara, Pluit. Mereka meminta Basuki agar menghentikan aksi penertiban bangunan liar di sepanjang bantaran kali Ciliwung.

Mereka sudah datang ke sini beberapa waktu lalu untuk minta penertiban rumahnya setelah pelaksanaan Ujian Nasional saja. Warga janji akan pindah, tapi sekarang kalau kami tunggu-tunggu lagi, mereka pasti beralasan minta tunggu Lebaran

Basuki mengaku dirinya tidak khawatir atas aksi penyerbuan yang dilakukan oleh sejumlah warga Pinangsia yang menolak rumah yang berdiri di sepanjang bantaran kali Ciliwung ditertibkan.

"Mereka sudah datang ke sini beberapa waktu lalu untuk minta penertiban rumahnya setelah pelaksanaan Ujian Nasional saja. Warga janji akan pindah, tapi sekarang kalau kami tunggu-tunggu lagi, mereka pasti beralasan minta tunggu Lebaran," kata Basuki di Balai kota, Rabu (27/5) pagi.

Basuki: Jangan Peralat Anak-anak Ikut Demo

Ia mengatakan, pihaknya memastikan tetap menertibkan pemukiman warga Pinangsia yang jaraknya sekitar 1 hingga 2 meter dari bibir Kali Ciliwung.

"Permukiman liar yang akan ditertibkan panjangnya 2,8 kilometer. Rumah liar itu kerap membuat banjir serta macet kawasan Gunung Sahari dan Ancol," ujarnya.

Basuki menjelaskan, seharusnya di Jembatan Merah itu dibangun jalan inspeksi sepanjang 2,8 kilometer sampai masuk ke Pasar Ikan. Sebab, jalan tersebut sudah dangkal kalinya. "Sekarang kamu mau sepuluh juta orang ngalamin susah atau pindahkan mereka yang tinggal di sana," cetus mantan Bupati Belitung Timur itu.

Pembongkaran permukiman liar itu agar kawasan tersebut tidak terendam banjir kembali. Jadi keputusan tersebut tidak bisa ditunda lagi. Meskipun warga pemukiman liar tetap unjuk rasa. Bahkan Ahok menjelaskan, kalau orang-orang yang menggedor pagar rumahnya semalam adalah oknum-oknum penyewa lahan di sana. Mereka disinyalir tidak terima ladang penghasilannya diusik oleh Pemprov DKI Jakarta.

"Ini kan untuk kepentingan bersama kalau dibongkar, lagian mau dipindah ke rusun mana juga kan masih di Jakarta," ujar suami Veronica Tan tersebut.

Penertiban akan terus dilakukan secara bertahap. Pemprov DKI tetap bertanggungjawab kepada korban penertiban. Warga korban penertiban akan direlokasi ke rusun (rumah rusun) Marunda dan Kosambi.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. TPHP Cengkareng Dirancang Jadi Destinasi Wisata

    access_time17-09-2026 remove_red_eye3222 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Pendataan Awal Pengadaan Tanah MRT Thamrin-Kwitang Dimulai

    access_time19-09-2026 remove_red_eye2058 personFakhrizal Fakhri
  3. Pemprov DKI Ajak Warga Hemat Energi Lewat Aksi 60 Menit Hari Ini

    access_time19-09-2026 remove_red_eye751 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. LRT Kelapa Gading-Manggarai Resmi Beroperasi, Tarif Rp8 Mulai Hari Ini

    access_time16-09-2026 remove_red_eye742 personDessy Suciati
  5. Bahas Krisis Iklim hingga Pangan, Pramono Bertolak ke New York

    access_time18-09-2026 remove_red_eye693 personDessy Suciati