You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Pemprov DKI, Bapanas dan Bulog Berkolaborasi Monitoring Kebutuhan Pangan
....
photo Folmer - Beritajakarta.id

Pemprov DKI, Bapanas dan Bulog Bersinergi Monitoring Kebutuhan Pangan

Pemerintah Provinsi (Pemprov)  DKI Jakarta, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Bulog bersinergi menggelar monitoring bersama di salah satu perusahan ritel di kawasan Puri Indah, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (8/2).

mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau

Monitoring digelar dalam rangka memastikan ketersediaan dan harga pangan stabil menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, di Jakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi; Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso dan Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Ratu Elisabeth Rante Allo.

Food Station Kerja Sama Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Beras

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Ratu Elisabeth Rante Allo mengatakan, monitoring yang digelar bersama hari ini guna memastikan ketersediaan pangan menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijirah/2023.

"Perum Bulog dan stakeholder terkait berkomitmen bersinergi dengan Pemprov DKI Jakarta agar warga Jakarta mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga terjangkau," ujar Ratu.

Ia optimistis, sinergisitas antara Pemprov DKI Jakarta dengan Perum Bulog dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mampu menekan harga beras dalam waktu dekat.

"Insya Allah, sinergisitas Bulog dan Aprindo yang memiliki cabang  4.500 toko di Jakarta akan bisa menurunkan harga beras dengan cepat," katanya.

Diungkapkan Ratu, Dinas PPKUKM DKI Jakarta juga bersinergi dengan BUMD sektor ketahanan pangan untuk menyiapkan bahan baku murah seperti daging, cabai dan beras.

"BUMD DKI bidang ketahanan pangan juga telah banyak menjalin kerja sama dengan provinsi produsen pangan untuk dapat mensuplai kebutuhan bagi warga Jakarta," ungkapnya.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menambahkan, beras premium dari Perum Bulog didistribusikan ke pasar tradisional dan modern dan perusahaan ritel di Jakarta untuk menekan kenaikan harga di pasar.

"Beras dari Perum Bulog mulai didistribusikan ke pasar tradisional, modern dan ritel berkualitas bagus dengan harga HET tertinggi di Jakarta sebesar Rp 9.450 per kilogram," jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga berkomitmen memastikan ketersediaan pangan lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, daging ayam, daging sapi dan kerbau menjelang hari raya Idul Fitri.

"Berbagai kebutuhan pangan dipastikan tersedia di pasaran dengan harga terjangkau," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Monas Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

    access_time30-03-2025 remove_red_eye723 personDessy Suciati
  2. 14.485 Wisatawan Telah Kunjungi Kepulauan Seribu

    access_time03-04-2025 remove_red_eye721 personAnita Karyati
  3. Andilan Potong Kebo Tradisi Lebaran Ala Betawi

    access_time29-03-2025 remove_red_eye671 personFolmer
  4. Hari Lebaran, 26.581 Pemudik Tinggalkan Jakarta dari Stasiun Pasar Senen

    access_time31-03-2025 remove_red_eye631 personDessy Suciati
  5. Warga dan Pimpinan OPD Hadiri Open House Bersama Gubernur Pramono

    access_time31-03-2025 remove_red_eye626 personAldi Geri Lumban Tobing

Hitung Mundur 22 Juni 2027

00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik