You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Bangun LRT, Ahok Tak Akan Gelar Public Hearing
photo Reza Hapiz - Beritajakarta.id

Bangun LRT, Ahok Tak Akan Gelar Public Hearing

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan menggelar public hearing atau dengar pendapat pembangunan Light Rapid Transit (LRT). Karena konsep LRT sama dengan kereta api dan sudah ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030.

Ngapain public hearing lagi? Orang-orang kaget ada LRT, padahal LRT itu bahasa kerennya kereta

Dikatakan Basuki, LRT bukanlah hal baru. Karena konsep LRT sama persis dengan kereta api. Hanya namanya saja yang baru sehingga orang menggangap itu adalah barang baru.

"LRT itu kan sudah ada di dalam RTRW 2030 dan di rencana panjang jangka menengah daerah (RPJMD) 2013-2017 tentang kereta api. Ngapain public hearing lagi? Orang-orang kaget ada LRT, padahal LRT itu bahasa kerennya kereta," kata Basuki, di Balaikota, Kamis (2/7).

Basuki Temui Rini Bahas LRT dan Kereta Cepat

Yang membedakan LRT dengan kereta api biasa yakni jumlah gerbong dalam satu rangkaian. Rangkaian LRT hanya sebanyak tiga gerbong saja. Hal itu dilakukan supaya mudah saat berkelok-kelok. Sementara rel kereta api dengan rel LRT tidak berbeda, sama-sama menggunakan rel ganda.

"Kalau kereta api itu kan panjang, susah belok. Kalau LRT rangkaian keretanya tiga saja, supaya bisa nikuk dan berhentinya gampang," ujarnya.

‎Pemprov DKI Jakarta beberapa kali mengadakan public hearing dengan masyarakat dan akademisi setiap akan memulai sebuah proyek. Mereka diminta pendapat dan masukannya tentang proyek yang akan dibangun. Beberapa proyek yang pelaksanaan pembagunannya diawali dengan public hearing adalah pembangunan mass rapid transit (MRT), monorel, dan enam ruas jalan tol dalam kota.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. 1.525 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Teken Perpanjangan Kontrak Kerja

    access_time01-07-2026 remove_red_eye2369 personAnita Karyati
  2. Pengecoran Tanggul Dermaga Pulau Untung Jawa Capai 57 Persen

    access_time29-06-2026 remove_red_eye1063 personAnita Karyati
  3. Bank Jakarta dan BEI Dorong Pertumbuhan Berkualitas di Tengah Dinamika Ekonomi

    access_time01-07-2026 remove_red_eye927 personFakhrizal Fakhri
  4. Rano Kampanyekan Pilah Sampah Saat Karnaval Jakarta Penuh Warna

    access_time28-06-2026 remove_red_eye907 personBudhi Firmansyah Surapati
  5. Bantaran Anak Kali Ciliwung di Pinangsia Ditanami Pohon

    access_time03-07-2026 remove_red_eye828 personBudhi Firmansyah Surapati