You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Area UP PKB Jagakarsa Kini Dilengkapi Urban Farming
photo Nurito - Beritajakarta.id

UP PKB Jagakarsa Kini Dilengkapi Area Urban Farming

Untuk mendukung program penghijauan sekaligus memberikan kenyamanan,  Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UP PKB) Jagakarsa, Jakarta Selatan, kini dilengkapi dengan area urban farming.

Di area ini ada kolam gizi dan kolam ikan hias serta saung

Kepala UP PKB Jagakarsa, Fatchuri menuturkan, program penataan lingkungan dengan membuat urban farming ini dilakukan secara swadaya dan bertahap. Pelaksanaan dimulai April dan rampung Selasa (23/5) hari ini.

"Alhamdulillah,  penataan urban farming sudah selesai. Ini dilakukan berkat sinergisitas  antar unit kami dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan. Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi atas kerjasamanya," ujar Fatchuri, Selasa (23/5).

UP PKB Jagakarsa Terapkan Layanan One Stop Service

Menurutnya, seluruh tanaman sudah ditanam di sejumlah lokasi yang terlihat kosong atau gersang. Berbagai jenis tanaman ditanam, mulai dari aneka jenis sayur mayur, tanaman produktif, pohon pelindung hingga tanaman obat keluarga (Toga).

Kemudian, di sepanjang jalan akses pintu masuk utama menuju kantor dan area uji Kir, juga ditanami pohon Pinus.

"Di area ini ada kolam gizi dan kolam ikan hias, serta saung untuk istirahat pegawai maupun masyarakat yang berkunjung," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6156 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1400 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1278 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1273 personAnita Karyati