You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Sabtu, Mulai Puncak Arus Mudik di Terminal Pulogadung
photo Budhy Tristanto - Beritajakarta.id

Besok, 4500 Pemudik Bakal Sesaki Pulogadung

Arus mudik di Terminal Pulogadung hari ini sudah terlihat ramai. Namun, puncak arus mudik diprediksi mulai terjadi pada Sabtu (11/7) besok. Sedikitnya 4500 penumpang diprediksi akan menyesaki terminal itu pada puncak arus mudik.

Kami juga sudah mempersiapkan pengujian kendaraan, apakah laik jalan atau tidak

Kepala Terminal Pulogadung, Simon Ginting mengtatakan, jumlah pemudik pada tahun ini tak akan jauh berbeda dengan tahun lalu.

Posko Kesehatan di Terminal Kalideres Diminati Pemudik

"Kecuali jika nanti PT KAI menambah gerbong untuk pemudik, mungkin ada pengurangan jumlah penumpang meski tak terlalu signifikan," jelas Simon, Jumat (10/7).

Dijelaskan Simon, untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah pemudik di Terminal Pulogadung, pihaknya sudah mempersiapkan beberapa fasilitas seperti tenda untuk ruang tunggu dan perbaikan saluran air untuk toliet.

"Kami juga sudah mempersiapkan pengujian kendaraan, apakah laik jalan atau tidak," tukas Simon.

Dari pemantauan di lokasi, Jumat (10/7) sore, memang belum terlihat ada peningkatan jumlah penumpang di terminal luar kota. Beberapa tenda besar untuk tempat menunggu penumpang sudah mulai berdiri, begitu juga tenda-tenda pos kesehatan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6766 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5667 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye2909 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2111 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1879 personAnita Karyati