You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Perlintasan Kereta Api
photo Hendi Kusuma - Beritajakarta.id

Tak Berpintu, Perlintasan KA Bojong Raya Rawan Kecelakaan

Tidak adanya pintu perlintasan kereta (KA) dan petugas pengawas perlintasan yang menghubungkan jalur KA Bojong menuju Tanah Abang, menyebabkan daerah sekitar Jl Bojong Raya, Kelurahan Rawa Buaya rawan kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka pengendara yang melintas. Warga berharap, kondisi itu segera diatasi oleh instansi terkait.

Silakan warga mengajukan untuk dibuat pos pengawas dan palang pintu kereta api ke Dirjen KA, karena itu domain mereka bukan domain PT KAI

Rudolf (62), warga yang tinggal tepat di depan perlintasan tersebut mengatakan, dalam 4 bulan terakhir sudah 2 korban dan kendaraan bermotor tertabrak KA di perlintasan KA ada sejak tahun 1963 itu.

"Terakhir saya menyaksikan seorang pengendara motor yang melintas pada malam hari yang menjadi korban kecelakaan, akibatnya pengendara bermotor itu terseret sejauh 200 meter dan meninggal dunia, ini disebabkan karena tidak ada kepedulian dari PT. KAI kepada keselamatan pengendara," kata Rudolf, Selasa (8/4).

Serobot Lampu Merah, Pemotor Tewas Tabrak Trotoar

Dikatakan Rudolf, pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan RT, RW dan kelurahan untuk mengusulkan agar dibangun pos pengawas dan palang pintu di perlintasan KA yang menghubungkan Jl Puri Kembangan dan Jl Daan Mogot tersebut. Tapi belum ada tanggapan sama sekali dari PT KAI.

"Sudah berpuluh kali kita usulkan kepada PT KAI tapi sampai saat ini belum ada realisasinya, mungkin mereka tidak peduli pada keselamatan manusia," keluhnya.

Kepala Humas Daops 1 PT KAI, Agus Komarudin mengatakan, usulan warga untuk pembuatan pos pengawas dan pembuatan palang pintu kereta api diwakili pemerintah daerah untuk kemudian diajukan ke Departemen Perhubungan, yakni Dirjen KA.  

Ditambahkan Agus, banyak warga atau pihak pemda yang salah mengusulkan permintaan tersebut ke PT KAI, padahal hal itu menjadi kewenangan Dirjen KA.

"Silakan warga mengajukan untuk dibuat pos pengawas dan palang pintu kereta api ke Dirjen KA, karena itu domain mereka bukan domain PT KAI," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye3198 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2805 personAnita Karyati
  3. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1951 personFolmer
  4. Syafrin Minta Pengurus RT/RW Terus Jadi Mitra Strategis Pemerintah

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1557 personTiyo Surya Sakti
  5. Jalan Raya Ciracas Dilebarkan

    access_time01-10-2026 remove_red_eye1393 personNurito