You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
16 Pohon Pelindung Ditanam Taman Terpadu Pulau Kelapa
photo Anita Karyati - Beritajakarta.id

16 Pohon Lindung Ditanam di Taman Terpadu Pulau Kelapa

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu menanam 16 pohon lindung di area Taman Terpadu, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu Utara.

Pohon peneduh ini juga kita tanam untuk menghadapi penilaian Adipura

Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kepulauan Seribu, Eric PZ Lumbun mengatakan, aksi tanam pohon ini sebagai tindak lanjut arahan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan kualitas udara.

"Pohon peneduh ini juga kita tanam untuk menghadapi penilaian Adipura," ujarnya, Selasa (31/10).

Tekan Polusi, Pemprov DKI Persiapkan Langkah Jelang Penerapan Razia Uji Emisi

Ia menyebutkan, 16 pohon lindung yang ditanam terdiri dari 11 pohon Kelapa dan lima pohon Ketapang. Ke depan, aksi tanam pohon akan terus digencarkan di pulau-pulau lainnya.

"Kita tahu area ini masih kurang tanaman pelindung. Jadi kita tambah agar lebih sejuk dan asri jika sudah membesar pohonnya," ucapnya.

Lurah Pulau Harapan, Muhammad Yusuf menambahkan, aksi tanam pohon ini tidak semata untuk meraih penghargaan Adipura. Namun bisa menggerakkan warga agar lebih peduli terhadap lingkungan.

"Diharapkan warga dapat berperan aktif melakukan kegiatan seperti ini agar terus berkelanjutan di masa mendatang," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Sudin Kominfotik Jakut Berkolaborasi Tingkatkan Literasi Digital

    access_time27-01-2026 remove_red_eye1326 personAnita Karyati
  2. Cuaca Berawan Diprediksi Naungi Jakarta Hari Ini

    access_time26-01-2026 remove_red_eye1167 personDessy Suciati
  3. Cegah Banjir, Pemprov DKI Siapkan OMC hingga Siagakan 200 Ekskavator

    access_time26-01-2026 remove_red_eye965 personDessy Suciati
  4. Pramono Perpanjang Masa PJJ Sampai 1 Februari

    access_time29-01-2026 remove_red_eye934 personDessy Suciati
  5. KORPRI DKI Salurkan Donasi untuk Penyintas Bencana di Sumatra

    access_time30-01-2026 remove_red_eye766 personFakhrizal Fakhri
close