You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Akan Bangun Pusat Pantau CCTV Untuk Polisi
photo Rio Sandiputra - Beritajakarta.id

DKI Siapkan Pusat Pantau CCTV Kepolisian

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana membangun pusat pemantauan closed circuit television (CCTV) di Polda Metro Jaya. Ke depan, akses jaringan internet beserta fiber optik juga akan diperluas untuk kepolisian hingga tingkat polsek.

Kita mau menyamakan persepsi tentang infrastruktur teknologi

"Kita mau menyamakan persepsi tentang infrastruktur teknologi. DKI membangun CCTV begitu banyak, dan yang paling penting memonitor itu Polda Metro Jaya. Makanya kita akan bantu bangun pusat pemantauan CCTV," kata Ahok di Polda Metro Jaya, Rabu (29/7).

Ahok mengatakan, untuk kecepatan data Pemprov DKI, pihaknya akan memberikan jaringan internet serta infrastuktur fiber optik kepada kepolisian. Seluruh jaringan tersebut nantinya terkoneksi secara online hingga tingkat polsek.

CCTV dan Wi-Fi Segera Dipasang di KBT

"Karena tidak mungkin kalau pihak Polda Metro Jaya sendiri mengawasi enam sampai 10 ribu CCTV yang nanti dibangun. Jadi sampai polsek bisa online pengawasan CCTV," ungkap Ahok.

Dengan begitu, lanjut Ahok, penanganan kejahatan untuk wilayah bisa dengan cepat dilakukan. "Ya misalnya ada kejahatan kalau orang kelurahan kan hanya punya pistol air, nah kalau polsek itu kan bisa turun dengan cepat," ucapnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6784 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6156 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1400 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1278 personTiyo Surya Sakti
  5. PT Pembangunan Jaya Ancol Berkolaborasi Santuni 2.000 Mustahik

    access_time08-03-2026 remove_red_eye1273 personAnita Karyati