You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Satgas Pertamanan Diedukasi Soal Jakarta Kota Global
photo Nurito - Beritajakarta.id

Satgas Pertamanan Jaktim Diminta Kerja Lebih Maksimal

Sebanyak 1.000 personel Satgas Hijau Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Timur, diminta untuk bekerja lebih maksimal serta meningkatkan layanan kepada masyarakat.

Jika melakukan pelanggaran maka akan dikenai sanksi tegas,

Permintaan ini diutarakan Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Timur, Djauhar Arifin,  saat apel bersama di area Taman Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Rabu (3/1).

Djauhar mengatakan, 1.000 PJLP yang hadir dalam apel ini berasal dari 10 kecamatan dan sudin, termasuk yang bertugas di TPU, jalur hijau, taman dan sebagainya.

Kantor Pengelola TPU CBS Resmi Dioperasikan

Menurut Djauhar, kegiatan dilakukan karena awal tahun ini para PJLP memulai aktivitasnya, agar selama setahun ke depan mereka bekerja secara maksimal.

"Kita berikan pengarahan, motivasi dan edukasi agar bekerja lebih maksimal di tahun ini. Apalagi, Jakarta diproyeksikan sebagai kota global," papar Djauhar.

Djauhar menyebutkan, pihaknya akan mengevaluasi kinerja personel Satgas Hijau ini selama tiga bulan pertama.

"Jika melakukan pelanggaran maka akan dikenai sanksi tegas," tandasnya.  

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye8510 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye2452 personAnita Karyati
  3. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1418 personDessy Suciati
  4. Daftar Kantong Parkir Telkomsel Digiland Run 2026, Cek Lokasinya!

    access_time14-05-2026 remove_red_eye1241 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

    access_time12-05-2026 remove_red_eye1171 personDessy Suciati