You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Rumah sakit soeharto
photo Doc - Beritajakarta.id

Penderita Gangguan Jiwa di Jakarta Meningkat

Tingginya jumlah penduduk serta banyaknya problematika baik sosial maupun ekonomi, membuat sebagian warga Jakarta harus berjuang mengatasi tekanan hidup serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan. Bahkan, dengan banyaknya problematika yang muncul, menyebabkan tidak sedikit warga ibu kota pada akhirnya memiliki tingkat frustasi, depresi dan stres yang tinggi hingga menimbulkan masalah kesetahan jiwa. 

Berdasarkan riskesdas terakhir, pasien gangguan jiwa di Jakarta tahun ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang cenderung stabil

Dari data riset kesehatan dasar (riskesdas) Departemen Kesehatan tahun 2014 menyebutkan, terdapat 1 juta jiwa pasien gangguan jiwa berat dan 19 juta pasien gangguan jiwa ringan di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 385.700 jiwa atau sebesar 2,03 persen pasien gangguan jiwa terdapat di Jakarta dan berada di peringkat pertama nasional.  "Berdasarkan riskesdas terakhir, pasien gangguan jiwa di Jakarta tahun ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang cenderung stabil," ujar Bella Patriajaya, Direktur RSJ Soeharto Heerdjan Grogol, Jumat (11/4).

Warga Cengkareng Berjatuhan Kena DBD

Dikatakan Bella, kenaikan jumlah pasien tersebut bisa dilihat dari jumlah pasien yang datang ke rumah sakit yang dipimpinnya di mana per hari mencapai sekitar 200 jiwa. Sedangkan tahun lalu per hari hanya 150 pasien. Sedangkan untuk jumlah ruang inap di RSJ Soeharto Heerdjan terdapat 300 ruangan dan hampir 180 ruangan sudah terisi oleh pasien.

Menurut Bella, meningkatnya jumlah pasien gangguan jiwa disebabkan dua faktor . Pertama, tekanan hidup serta kemampuan adaptasi lingkungan yang cepat dan faktor kedua yakni, banyak warga Jakarta yang kurang peduli dengan masalah kesehatan jiwa. "Padahan ini sangat penting dan sama dengan kesehatan fisik. Untuk itu sebaiknya warga sebaiknya memeriksakan kesehatan jiwanya minimal sekali dalam satu tahun sebagai langkah preventif atau pencegahan awal," kata Bella.

Sementara itu, Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti menambahkan, pihaknya saat ini bekerjasama dengan beberapa klinik kesehatan untuk melakukan pencegahan dini atas penyakit kejiwaan. Pihaknya, sambung Widyastuti, juga terus menyosialisasikan dan memberi edukasi ke masyarakat menghilangkan kesan negatif terhadap masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.

"Tidak semua orang pasien gangguan jiwa dikategorikan sebagai skizofrenia (gangguan jiwa berat). Ada juga yang hanya memiliki rasa cemas berlebihan," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

    access_time24-08-2026 remove_red_eye2167 personDessy Suciati
  2. Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

    access_time20-08-2026 remove_red_eye1668 personFolmer
  3. Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

    access_time24-08-2026 remove_red_eye1349 personDessy Suciati
  4. LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

    access_time22-08-2026 remove_red_eye1249 personDessy Suciati
  5. Asyik, Sekarang Ada Bioskop Mini di Rusun Pasar Rumput

    access_time24-08-2026 remove_red_eye962 personBudhi Firmansyah Surapati