You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dinas KPKP Semprot Hama Massal di Kepulauan Seribu
photo Suparni - Beritajakarta.id

Dinas KPKP Semprot Hama Massal di Kepulauan Seribu

Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman (PPBPT) Dinas Kelautan,Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Jumat (14/8), melakukan penyuluhan dan penyemprotan massal di Pulau Kelapa Dua dan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara.

Apabila jadwal penyemprotan tidak dilakukan sesuai anjuran,maka penyemprotan bisa merusak tanaman buah

Kepala Seksi Peternakan,Perikanan dan Perhutanan,Dinas KPKP DKI, Heru Cahyono mengatakan, ini merupakan langkah antisipasi dan pengawasan terhadap serangan hama pada tanaman.

"Penyuluhan tersebut menjelaskan kepada warga cara melakukan penyemprotan hama,membasmi penyakit dan obat yang digunakan untuk membasmi berbagai jenis hama yang menyerang tanaman buah," ujar Heru.

Pengawasan Hutan Kota Ditingkatkan Selama Kemarau

Penyemprotan dilakukan pagi hari, pukul 06.00–09.00. Sedangkan untuk sore penyemprotan dilakukan pukul 15.00–18.00.

"Apabila jadwal penyemprotan tidak dilakukan sesuai anjuran,maka penyemprotan bisa merusak tanaman buah,” katanya.

Sebelumnya, dalam rangka penyuluhan tersebut, Dinas KPKP DKI Jakarta membagikan sebanyak 150 alat perangkap lalat buah kepada empat kelurahan di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Transjakarta Tegaskan Larangan Mengamen di Mikrotrans dan Halte

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2611 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 4.100 Benih Ikan Didistribusikan di Lima Pulau Permukiman

    access_time02-10-2026 remove_red_eye2131 personAnita Karyati
  3. Pedagang di Jalan Mangga Besar Raya Ditertibkan

    access_time30-09-2026 remove_red_eye1745 personFolmer
  4. Peserta HBKB Diedukasi Pencegahan DBD

    access_time27-09-2026 remove_red_eye1638 personTiyo Surya Sakti
  5. Kontrak Kerja 895 Guru PPPK di Jakut dan Kepulauan Seribu Diperpanjang

    access_time28-09-2026 remove_red_eye1619 personAnita Karyati