You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Cuaca Ekstrem, BPBD Ajak Masyarakat Berkolaborasi Hadapi Ancaman Bencana
photo Andri Widiyanto - Beritajakarta.id

Cuaca Ekstrem, BPBD Ajak Masyarakat Berkolaborasi Hadapi Ancaman Bencana

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus menggencarkan sosialisasi terkait kesiapsiagaan terhadap bencana, termasuk ancaman angin kencang.

"Utamakan keselamatan dan pastikan lingkungan sekitar dalam kondisi aman,"

Terlebih, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena La Nina serta seruak udara dingin dari Siberia akan meningkatkan curah hujan hingga 20 persen dan memicu terjadinya angin kencang di wilayah Jabodetabek menjelang akhir 2024.

Edukasi ini secara rutin dilaksanakan di sekolah, gedung perkantoran, rumah sakit, gedung pemerintahan dan komunitas dibarengi simulasi evakuasi serta pelatihan tanggap darurat.

BPBD DKI Ajak Swasta Ikut Mitigasi Banjir Jakarta

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnaw Adji mengatakan, imbauan keselamatan terus disebarluaskan melalui berbagai platform, termasuk media sosial, dengan slogan ‘Kenali bahayanya, kurangi risikonya, siap untuk selamat’.

Ia menyampaikan, dikarenakan cuaca ekstrem, BPBD mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di sekitar kali, sungai, waduk, dan danau. Orang tua juga diminta mengawasi anak-anak mereka yang bermain, berenang, atau memancing di area tersebut.

“Perhatikan pula kondisi jalanan di bantaran sungai yang retak, karena dapat berpotensi longsor,” ujar Isnawa, Jumat (6/12).

Selain itu, BPBD mengajak warga untuk selalu menjaga kebersihan di sekitar rumah, memperhatikan saluran air yang dapat mengakibatkan penyumbatan serta aliran air terganggu. Warga juga diminta waspada terhadap petir dan angin kencang. Jika terjadi cuaca buruk, segeralah berlindung di tempat yang aman.

“Utamakan keselamatan dan pastikan lingkungan sekitar dalam kondisi aman,” kata Isnawa.

Ia meminta warga tetap waspada dan segera melaporkan kejadian atau potensi bencana melalui layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi 24 jam. Isnawa menilai, kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pihak terkait, DKI Jakarta siap menghadapi potensi cuaca ekstrem, angin kencang, dan potensi banjir serta genangan untuk menjaga keselamatan warganya,” tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Kebakaran di Sunter Agung Berhasil Dipadamkan

    access_time13-05-2026 remove_red_eye8494 personAnita Karyati
  2. 183 Ekor Ikan Napoleon Dilepas di Perairan Pulau Panggang

    access_time12-05-2026 remove_red_eye2439 personAnita Karyati
  3. Ditarget Beroperasi Agustus 2026, Pramono Pastikan Keamanan Proyek LRT

    access_time13-05-2026 remove_red_eye1414 personDessy Suciati
  4. Daftar Kantong Parkir Telkomsel Digiland Run 2026, Cek Lokasinya!

    access_time14-05-2026 remove_red_eye1235 personAldi Geri Lumban Tobing
  5. Pramono Pastikan Harga Hewan Kurban Masih Terkendali

    access_time12-05-2026 remove_red_eye1170 personDessy Suciati