You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Parkir Liar, 56 Kendaraan di Jakpus Ditindak
photo Nurito - Beritajakarta.id

Parkir Liar, 56 Kendaraan di Jakpus Ditindak

Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat kembali menggelar razia parkir liar di sejumlah titik rawan, Jumat (14/7). Hasilnya, sebanyak 56 kendaraan terkena penindakan. Bahkan dua angkutan umum dilarang operasi karena ketahuan tidak memiliki surat-surat kendaraan.

Kopaja disetop operasi karena Kartu Ijin Usaha dan Kartu Pengawasan (KIU/KPS) sudah habis masa berlakunya

Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Bona Tongam Siregar menjelaskan, dari 56 kendaraan yang ditindak ini terdiri dari empat kendaraan diderek. Masing-masing di Jalan Gereja Theresia, Jalan KH Mas Mansyur dan sekitar Pasar Senen.

Kemudian dua kendaraan disetop operasi lantaran tak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan. Masing-masing Kopaja P20 bernopol B 7428 DG dan Gading Taksi bernopol B 1154 TB.

Parkir Liar, 10 Mobil Mewah Diderek Petugas

"Kopaja disetop operasi karena Kartu Ijin Usaha dan Kartu Pengawasan (KIU/KPS) sudah habis masa berlakunya. Sedangkan Taksi Gading, buku kir dan STUK-nya telah kadaluarsa," ujar Bona.

Bona menambahkan, dari 56 kendaraan yang terjaring itu, ada 24 kendaraan yang ditilang. Kemudian tujuh mobil dan 19 sepeda motor dicabut pentilnya lantaran kepergok parkir sembarangan.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5333 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1856 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1795 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1787 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1589 personAnita Karyati