You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ketahuan Pungli, Pegawai PTSP Langsung Dipecat
photo Yopie Oscar - Beritajakarta.id

Ketahuan Pungli, Pegawai PTSP Langsung Dipecat

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memastikan akan langsung memecat oknum pegawai Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang masih melakukan pungutan liar (pungli). Ancaman tersebut pun tak main-main.

Kalau masih ada yang pungli, langsung kita pecat

"Kalau masih ada yang pungli, langsung kita pecat," kata Ahok usai rapat paripurna pengesahan Perda Pelestarian Kebudayaan Betawi, Selasa (18/8).

Bahkan, lanjut Ahok, mereka tidak hanya dipecat dari jabatannya saja, melainkan dari pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya perbuatan mereka langsung bersinggungan dengan masyarakat.

Ahok Resmikan One Day Service BPTSP DKI di Pasar Minggu

"Bukan cuma (dipecat) dari jabatannya, tapi dipecat dari PNS," tegas Ahok.

Ahok menginginkan PTSP yang ada saat ini layaknya seperti calo resmi yang tidak memungut biaya. "PTSP adalah calo, tapi yang resmi. Calo nggak ingin langganannya lepas. Petugas PTSP hatinya harus kayak calo," ucapnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan, PTSP dibuat untuk menghilangkan aksi sogok menyogok di kalangan oknum pejabat. Selain itu, juga untuk mempersingkat waktu perizinan. Diharapkan kedepannya pelayanan di PTSP bisa seperti di bank.

"PTSP harus seperti bank pelayanannya. Tidak boleh pakai loket-loket. Kita minta ubah seperti bank. Hampir semua kantor lurah kita kayak bank," ujar Ahok.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Jalan Sebidang Pasar Minggu Ditarget Rampung Awal 2027

    access_time16-07-2026 remove_red_eye2074 personFakhrizal Fakhri
  2. Mitigasi Cegah Kendaraan Angkutan Barang Tabrak JPO Diperkuat

    access_time17-07-2026 remove_red_eye1049 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Reza dan Nadya Dinobatkan Sebagai Abnon Kepulauan Seribu

    access_time19-07-2026 remove_red_eye950 personAnita Karyati
  4. Pemprov DKI Segera Tangani Kenaikan Harga Sayuran

    access_time17-07-2026 remove_red_eye944 personFakhrizal Fakhri
  5. Lahan Tidur di Malaka Jaya Dijadikan Urban Farming

    access_time20-07-2026 remove_red_eye908 personNurito