You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
DKI Jakarta Soroti Pemberdayaan Ekonomi dan Pengawasan Konten Medsos Tekan Angka Tawuran
photo Reza Pratama Putra - Beritajakarta.id

Pemprov DKI Upayakan Pemberdayaan Ekonomi Tekan Angka Tawuran

Kasus tawuran di Jakarta masih menjadi salah satu persoalan serius yang harus segara dituntaskan.

"terus berupaya mencari solusi efektif dalam mengatasi tawuran,"

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Marullah Matali menilai, salah satu penyebab utama tawuran adalah banyaknya waktu luang yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para pemuda.

“Latar belakang warga tawuran itu biasanya karena mereka memiliki banyak waktu luang yang tidak terpakai,” ujar Marullah, Selasa (18/2).

Pemprov DKI Gandeng TikTok Antisipasi Konten Berisi Ajakan Tawuran

Sebagai solusi, Marullah menekankan pentingnya memberikan pekerjaan kepada mereka yang rentan terlibat tawuran. Menurutnya, dengan memiliki pekerjaan, para pemuda diharapkan lebih sibuk dan tidak lagi memiliki waktu untuk melakukan aksi kekerasan di jalanan.

Marullah menilai, strategi ini telah diterapkan di beberapa kawasan padat penduduk di Jakarta dan terbukti efektif dalam menekan angka tawuran.

“Jika mereka sibuk bekerja dan mendapatkan kesejahteraan, mereka tidak akan lagi memprovokasi warga sekitar untuk tawuran,” katanya.

Marullah menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mencari solusi efektif dalam mengatasi tawuran, baik melalui pemberdayaan ekonomi maupun pengawasan ketat terhadap penyebaran konten yang dapat memicu aksi kekerasan di kalangan pemuda.

Sementara itu, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi DKI Jakarta, Fredy Setiawan menyampaikan, tawuran di Jakarta terjadi dalam dua bentuk, yakni tawuran alami akibat gesekan antarwarga dan tawuran yang dipicu oleh konten di media sosial.

Ia menjelaskan, Pj Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi, telah berkomunikasi dengan pihak platform media sosial untuk membatasi konten yang dapat memicu aksi tawuran.

“Kami sudah berbicara dengan beberapa pihak dari media sosial terkait tawuran alami dan tawuran yang dipicu oleh konten digital,” tandas Fredy.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Tera Perangkat SPKLU Pastikan Pengukuran Energi Listrik Akurat

    access_time09-10-2026 remove_red_eye8718 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. Petugas Berhasil Evakuasi Jenazah di Kali Ciliwung

    access_time08-10-2026 remove_red_eye6613 personNurito
  3. MRT Jakarta Integrasikan Pembayaran Tiket JakLingko Mulai 12 Oktober 2026

    access_time09-10-2026 remove_red_eye2430 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. Sudin Kesehatan Jakpus Sidak Dua Klinik Kecantikan Diduga Ilegal

    access_time06-10-2026 remove_red_eye1578 personFolmer
  5. Jalan Tembus Kelapa Gading-Pulogadung Permudah Mobilitas dan Aksesibilitas Warga

    access_time09-10-2026 remove_red_eye1316 personAldi Geri Lumban Tobing